CARDIFF (bangsaonline)
Di era yang serba menggunakan listrik sebagai penggerak ini, sosok Peter Lloyd (42) benar-benar tersiksa. Pasalnya, tubuhnya alergi terhadap gelombang listrik.
Tak heran, jika di rumahnya, dia tak memiliki TV, ponsel, dan seluruh barang elektronik. Peter Lloyd menderita kondisi langka yang disebut hipersensitivitas elektromagnetik. Jadi Lloyd benar-benar hidup terpenjara di rumahnya, di kawasan Cardiff. Andai dia hidup zaman purba?
Daily Mirror memberitakan, Peter Lloyd tidak dapat menggunakan listrik utama untuk pemanasan atau pencahayaan dan mencuci. Dia selalu memanfaatkan kompor gas untuk keperluan air hangatnya. Dia tidak memiliki gadget listrik, tidak bisa menonton TV, mendengarkan CD, mengakses internet atau menggunakan telepon.
Jika ingin membezuknya, tentu ada aturan yang wajib ditaati. Yaitu pembezuk harus menanggalkan jam tangan dan ponsel, sebelum masuk rumah. Kalau sampai kelupaan, bisa menyebabkan reaksi yang sangat parah.
Dan ia tidak mampu untuk pergi keluar karena kemungkinan menghadapi seseorang dengan ponsel, mobil yang lewat, bor listrik atau zona wifi.
“Saya sudah pada titik di mana aktifitas saya terbatas di sofa, ke dapur, tidak bisa berjalan,” katanya koran WalesOnline. “Saya sungguh ingin tinggal di pondok kayu yang terisolasi,” harap dia.
Ketika Mr Lloyd pindah ke rumah saat ini di tahun 2009, ia harus didorong melalui perahu di sungai, dengan tujuan sejauh mungkin kontak dengan sumber listrik.
Untuk mengisi waktu, ia membaca sekitar 100 buku setahun oleh cahaya lilin organik ketika hari gelap.
Wartawan WalesOnline juga kesulitan dalam liputannya. “Ketika kami hendak memotret Mr Lloyd, kami tidak bisa menggunakan kamera elektronik. Maka, kami membeli kamera sekali pakai dari supermarket agar dapat memotret dia. Kami juga harus merekam videoyang menampilkan anjingnya Iggy Pop. Maka, kami harus mengambil gambar dari seberang jalan,” aku sang wartawan.
Saat ini, Mr Lloyd menderita stres tambahan karena Selasa depan ia dijadwalkan akan diusir dari rumahnya. Emilik rumah, yang tinggal di London, tidak senang rumahnya mulai terkenal.
Sejauh ini, Dewan Kota Cardiff, yang akan bertanggung jawab secara hukum untuk memindahkan Lloyd, belum menawarkan pengacara, atau penasihat medis.
Ada kemungkinan Lloyd akan dipindahkan ke rumah sakit. Namun, dia takut akan kesakitan karena terlalu dekat dengan alat medis yang menggunakan listrik.
"Saya pertama kali mengetahui gejala aneh ini, ketika usia saya dua puluhan. Mata saya seakan berkabut ketika melihat layar komputer, dan memiliki ketidakmampuan untuk berpikir jernih. Saya mengalami kesulitan dalam berbicara - apa yang saya sebut 'blok berpikir',” kata dia.
"Suatu hari, saya ingat berada di Centre St David di Cardiff dan mengacaukan enam rak di toko gizi. Saat kejadian itu, saya mengantongi sebuah baterai ponsel GSM. Seiring berjalannya waktu, saya mulai sadar bahwa saya sangat peka terhadap listrik. Dan kini, ketika ada aliran listrik di dekat saya, kepala saya serasa pecah!”
Dia lalu mencari tahu tentang penyakitnya. Dia rutim membaca New Scientist dan Scientific American. "Saya dapat beberapa artikel yang menjelaskan tentang penyakit saya,” katanya.
Memang sebelumnya, dia pernah tinggal di Spanyol selama tiga tahun, lalu kembali ke Cardiff. Namun, dia akhirnya lumpuh. Dia dibantu saudaranya, Stephen, yang bersama-sama Kevin Brennan, berkampanye untuk membuatkan rumah terisolasi yang jauh dari aliran listrik apapun, karena Dewan Kota terlalu lamban bertindak. “Kami tidak bereaksi terhadap kasus individu,” elak anggota Dewan Kota.




