Senin, 24 Juni 2019 16:45

​Serangan ke Masjid Selandia Baru akan Difilmkan dengan Judul “Hello Brother”

Kamis, 16 Mei 2019 22:24 WIB
Editor: Choirul
​Serangan ke Masjid Selandia Baru akan Difilmkan dengan Judul “Hello Brother”
Usai kejadian. foto: net

BANGSAONLINE.com - Serangan teroris ke masjid Al-Noor, Selandia Baru di Christchurch, di mana seorang membabi buta menembak 51 warga muslim dan disiarkan secara live via facebook, pada bulan Maret, akan menjadi subyek film berjudul "Hello Brother”. Ini diumumkan produsernya di Variety.

Film ini menceritakan kisah keluarga pengungsi yang melarikan diri dari Afghanistan, untuk mencari perlindungan di Selandia Baru, dan menjadi korban pembantaian.

Film akan diproduksi oleh Moez Masoud Mesir. Demikian laporan majalah Amerika. "Di Christchurch, pada 15 Maret, seluruh dunia menyaksikan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak disebutkan namanya," katanya kepada Variety. Ia menambahkan bahwa anggota timnya saat ini berada di Selandia Baru untuk bertemu korban dan keluarga korban.

"Cerita dalam film Hello Brother, hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan, sehingga suatu hari kita semua akan dapat lebih memahami satu sama lain dan memahami akar penyebab kebencian, rasisme, supremasi, dan terorisme," katanya.

Judul diilhami satu peristiwa sebelum penembakan terjadi. Saat itu sang pelaku yang menyembunyikan senjatanya saat hendak memasuki masjid, disapa hangat oleh seorang lelaki tua Afghanistan, di pintu masjid. “Hallo Brother,” sapa lelaki tua Afghanistan itu, sambil tersenyum. Lalu dia ditembak.

Film ini dibuat di Cannes, dua bulan setelah pembantaian.

Bereaksi di Facebook, Asosiasi Muslim Canterbury, yang mewakili asosiasi Muslim di kawasan itu, mengatakan belum mendapatkan informasi tentang proyek film pembantaian ini. "Kami tidak dapat menghentikan jenis proyek ini jika para pembuat film memilih untuk melakukannya. Tetapi Asosiasi Muslim Canterbury memandang martabat dan privasi komunitas kami sebagai yang terpenting," kata asosiasi tersebut.

Moez Masoud ikut menulis naskah, yang diproduksi oleh perusahaannya, Academia Pictures.

Pada tahun 2016, ia memproduksi "Clash" dengan sutradara Mohamed Diab, yang bercerita tentang jatuhnya Presiden Islamis Mesir Mohamed Mosri pada 2013. Film ini dipresentasikan pada pembukaan Festival Cannes.

Sumber: lemuslimpost.com
Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...