Minggu, 25 Agustus 2019 00:14

​Sidang OTT Dispendukcapil Jember, Yuni Cabut Keterangan Ada Aliran Dana untuk Kampanye

Selasa, 14 Mei 2019 22:42 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
​Sidang OTT Dispendukcapil Jember, Yuni Cabut Keterangan Ada Aliran Dana untuk Kampanye
Ilustrasi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Terdakwa kasus OTT pungli di Lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember Sri Wahyuniati, mencabut sebagian keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP) saat berada di Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Muhammad Nuril, selaku Kuasa Hukum Tersangka Abdul Kadar, terdakwa Sri Wahyuniati mencabut keterangan terkait aliran dana dalam sidang yang berlangsung pada Jumat (10/5) lalu. Pekan sebelumnya, dua orang saksi juga membantah ada aliran dana kepada mereka.

Sehingga Sri Wahyuniati pun akhirnya membantah ada aliran dana untuk sejumlah orang. "Termasuk untuk keperluan kampanye (pemilu) berupa pembuatan kaos dan macam-macam," kata Nuril, Selasa (14/5).

Ketidaksesuaian pernyataan wanita yang akrab dipanggil Yuni, dengan BAP kepolisian ini sempat dipertanyakan Majelis Hakim. "Yuni (mengaku) merasa tertekan pada waktu penyidikan. Itu pengakuan Yuni di persidangan," sambungnya.

Sementara itu, terkait aliran uang dari Kadar ke Wahyuniati secara bertahap sebanyak kurang lebih Rp 90 juta, mereka berdua bersikukuh itu adalah pinjaman.

"Ditanyakan jaksa waktu itu: kok bisa seorang Yuni pinjam dari Pak Kadar. Wong dalam rekeningnya Yuni banyak uang. Alasan Yuni tidak pegang uang cash. Jadi (aliran uang) tetap diakui sebagai pinjaman," kata Nuril.

Menurut Nuril, Wahyuniati dan Kadar memberikan keterangan sebagai terdakwa yang memiliki hak ingkar. "Maka tergantung penilaian majelis hakim terhadap fakta-fakta yang terungkap di persidangan," katanya.

Perlu diketahui, Sri Wahyuniati adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jember, Jawa Timur, saat menjadi sasaran operasi tangkap tangan (OTT) Kepolisian Resor Jember sekitar Bulan November 2018. Dalam giat OTT tersebut, selain Yuni, polisi juga menangkap Abdul Kadar, oknum LSM Jember, yang berperan sebagai makelar pengurusan berkas dokumen kependudukan tersebut.

Rencananya, sidang akan digelar pada Jumat (17/5) lusa, dengan agenda tuntutan dari jaksa. Setelah itu tim kuasa hukum akan membacakan pledoi. (jbr1/yud/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...