Senin, 19 Agustus 2019 13:39

​GMNI Jatim Sikapi Perbedaan Hasil Quick Count dan Real Count Versi Prabowo-Sandi

Kamis, 18 April 2019 18:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Suwandi
​GMNI Jatim Sikapi Perbedaan Hasil Quick Count dan Real Count Versi Prabowo-Sandi
Ketua GMNI Jatim, Nabrisi Rohid.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur angkat bicara terkait hasil quick count atau hitungan cepat yang memenangkan Jokowi-Amin dengan versi BPN yang memenangkan Prabowo-Sandi.

Terkait hal ini, Ketua GMNI Jawa Timur Nabrisi Rohid kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (18/4) mengimbau masyarakat agar menunggu hasil resmi dari KPU. Ia juga mengajak masyarakat mengawal bersama proses perhitungan dan rekap surat suara. Tujuannya, guna menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

"Kita kawal bersama proses penghitungan dan rekap surat suara sehingga tidak menimbulkan kejadian yang tak diinginkan," serunya.

Menurut dia, saat ini sedikitnya terdapat 4 lembaga quick count yang melakukan penghitungan dengan kemenangan paslon 01 dengan perolehan rata-rata di kisaran 54 persen. Sedangkan, dari pihak paslon 02 juga mengklaim kemenangan sebesar 62 persen berdasarkan hitungan real count di 320.000 TPS.

"Masyarakat memang harus mengikuti perkembangan hasil pemilu, namun harus bersikap tenang dan dewasa dalam bertindak," terang Mahasiswa S2 Pascasarjana Universitas Adi Buana (Unipa) Surabaya ini.

"Dan siapapun yang nantinya terpilih, harus kita hormati dan kita akui," terangnya.

Hal yang sama disampaikan koordinator pemantau GMNI Jatim, M. Ageng Dendy Setiawan. Ia berpesan agar masyarakat tidak terlalu cepat menyimpulkan hasil quick count atau real count.

"Apalagi memunculkan isu people power dan ada juga salah satu paslon yang sudah mendeklarasikan kemenangannya. Hal itu tidak baik, karena belum ada keputusan resmi dari lembaga penyelenggara pemilu," tuturnya.

"Jangan memainkan isu people power dan mendeklarasikan kemenangan terlalu dini. Mari kita tunggu hasil resmi dari KPU dan siapapun yang ditetapkan menjadi calon presiden dan wakil presiden untuk periode selanjutnya harus kita kawal dan kita dukung bersama untuk indonesia," pesan mantan ketua Korda GMNI Jawa Timur tersebut. (wan/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...