Sabtu, 20 Juli 2019 23:53

​‘Lahirkan’ Kera dengan Gen Manusia, Ilmuan China Dihujat

Kamis, 11 April 2019 23:25 WIB
Editor: Choirul
​‘Lahirkan’ Kera dengan Gen Manusia, Ilmuan China Dihujat
Secerdas manusia. foto: the sun

BANGSAONLINE.com - Gila! Ilmuan seluruh dunia menyumpah serapahi ilmuwan China, gara-gara mereka berkeksperimen kepada kera dengan bersumber dari gen manusia. Dan eksperimen itu berhasil!

Klaim Ilmuwan China, menggunakan gen dari manusia menjadikan kera lebih pintar. Ini dilakukan China hanya beberapa bulan setelah percobaan penyuntingan gen. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Science Review, tim ilmuwan China mengungkapkan bagaimana mereka berhasil mengedit gen manusia menjadi monyet rhesus.

Microcephalin gen manusia (MCPH1) diekspresikan selama "tahap janin", dan telah dikaitkan dengan ukuran otak. Para peneliti mengekspos sekelompok embrio monyet yang mengandung gen tersebut. Hal ini menyebabkan perkembangan sel otak monyet menyerupai perkembangan otak manusia.

Asal tahu, China telah berhasil mengkloning kera. "Ini adalah upaya pertama untuk memahami evolusi kognisi manusia menggunakan model monyet transgenik," kata Bing Su, ahli genetika di Institut Zoologi Kunming yang memimpin penelitian.

Otak manusia umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang dibandingkan dengan primata lain, yang mungkin menjadi sebagian alasan mengapa kita lebih pintar. Para peneliti menunjukkan bahwa kera dapat diedit gen untuk memiliki sifat yang serupa. Namun, meskipun perkembangan otak membutuhkan waktu lebih lama, tidak ada perbedaan dalam ukuran otak yang sebenarnya.

Menurut Tinjauan Teknologi MIT, percobaan ini amat gegabah dan sembrono, dan mempertanyakan etika primata pemodifikasi genetik. "Penggunaan monyet transgenik untuk mempelajari gen manusia yang terkait dengan evolusi otak adalah jalan yang sangat berisiko," kata James Sikela, dari University of Colorado.

Berbicara kepada The Sun, PETA UK, Anna Van Der Zalm mengatakan: "Rekayasa genetika adalah Frankenscience yang benar-benar tidak etis yang hanya berfungsi untuk meningkatkan penderitaan hewan. Monyet monyet adalah sesama primata yang sangat cerdas yang membentuk hubungan sosial yang rumit, mengalami setiap emosi yang dilakukan manusia, dan dapat menderita sebanyak yang kita bisa. Dalam penelitian keji ini, monyet betina dipotong terbuka dan dibuahi secara buatan - dan banyak kehamilan gagal, sebelum berhasil. Kasihan mereka.”

"Ketika bayi selamat, beberapa dikeluarkan dari kandungan induknya. Lalu ibunya dibunuh dan dibedah.”

"Eksperimen ini semata-mata didorong oleh keingintahuan. Hewan-hewan pantas dihormati dan ditinggalkan di habitat alami mereka, tidak dibiakkan di laboratorium, dicoba, dan diperlakukan seperti benda sekali pakai,” kritaiknya.

Sumber: thesun
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...