Rabu, 24 Juli 2019 04:18

​Emil Minta IPM Investasikan Diri 10 Tahun Mendatang

Minggu, 07 April 2019 23:28 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Emil Minta IPM Investasikan Diri 10 Tahun Mendatang
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menjadi Keynote Speaker pada acara Pelantikan IPM PW Jatim 2018-2020 di Kantor PW Muhammadiyah Jl. Kerto Menanggal Surabaya, Minggu (7/4). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meminta kepada Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pengurus Wilayah (PW) Jawa Timur mampu menginventasikan diri dengan semua terapan ilmu disiplin yang mereka terima. Alasannya, persaingan generasi muda saat ini tidak ditentukan pada hari ini ataupun satu tahun mendatang. Melainkan, ditentukan 10 tahun ke depan menuju ke mana arah dunia bergerak.

Permintaan tersebut disampaikannya saat memberikan Keynote Speaker pada acara Pelantikan IPM PW Jatim 2018-2020 di Kantor PW Muhammadiyah Jl. Kerto Menanggal Surabaya, Minggu (7/4).

Ia mengatakan, generasi muda khususnya pelajar harus mampu menginvestasikan diri lewat terapan disiplin apapun. Perkembangan dunia yang terus bergerak maju mengharuskan generasi muda memiliki kemampuan yang banyak dari semua multi disiplin ilmu yang ada seiring tuntutan zaman.

Terlebih kemajuan teknologi saat ini tak lagi terbendung. Maka, IPM harus memupuk dan merubah cara berfikirnya dalam menentukan 10 tahun mendatang apa yang bisa dan segera disiapkan di masa sekarang.

"Tidak bisa lagi ditunggu, apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang harus dirancang sejak masa sekarang," ujarnya.

Guna mewujudkan keinginan itu, dibutuhkan paradigma yang baik melalui cara berfikir dengan berbagai pelatihan, diskusi dan proses tempaan pendidikan yang berkualitas. Langkah selanjutnya, IPM harus segera memproyeksikan diri untuk mampu menguasai segala ilmu kompetensi atau multidisiplin.

Menurutnya, tantangan ke depan khususnya pelajar Muhammadiyah harus mampu berfikir makro tapi juga bisa bekerja mikro. "Tidak bisa kemudian hanya seseorang berbicara dan hanya bisa bekerja di kantoran saja tanpa bisa bekerja di lapangan. Sebaliknya, seseorang yang bisa bekerja di lapangan juga harus mampu bekerja di dalam. Inilah yang membutuhkan perubahan paradigma," ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Emil Dardak sapaan akrabnya berharap, IPM dapat terus meningkatkan kreatifitasnya dengan cara mengimbanginya lewat kerja tim atau team work dan memanfaatkan alat multimedia secara digital.

Pihaknya, akan menggandeng IPM untuk dapat mewujudkan pembelajaran Aktive Learning atau pembelajaran aktif.

"Jadi, nantinya sekolah bukan hanya sebagai tempat mencetak orang yang paham dan hafal atau mengerti saja. Melainkan lebih dari itu, yakni mencetak seseorang yang siap untuk belajar sepanjang hidupnya," pungkasnya. (mdr/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...