Senin, 26 Agustus 2019 12:47

​Harga Gabah Anjlok, FKPJ Gelar Hearing dengan DPRD Jember

Kamis, 04 April 2019 19:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
​Harga Gabah Anjlok, FKPJ Gelar Hearing dengan DPRD Jember

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ) meminta kepada Perum Bulog Subdivre XI Jember, mau menyerap semua gabah petani dengan harga yang layak.

Menurut Koordinator FKPJ Jumantoro, saat ini serapan harga gabah kurang layak. Bahkan beberapa waktu lalu, harga gabah sangat rendah serapannya. Sehingga menyebabkan harga gabah lebih rendah dari bekatul (pakan ternak sapi).

Hal itu diungkapkan Jumantoro saat hearing dengan Komisi B DPRD, Kamis (4/4). “Dalam dengar pendapat hari ini, kami juga lakukan aksi menyerahkan nasi tumpeng sebagai bentuk simbol kalau petani penyangga kedaulatan pangan. Hasil pertemuan hari ini, Perum Bulog bersama Perpadi akan menyerap harga gabah kami dengan harga yang layak, dengan pertimbangan rafaksi tertentu,” ungkap Jumantoro.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, lanjut Jumantoro, pihaknya menunggu realisasi kesepakatan tersebut. Rencananya, Jumat besok (5/4), akan ada pembicaraan lanjutan dengan Perum Bulog Subdivre XI Jember.

Menanggapi keluhan petani tersebut, saat dikonfirmasi Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mengatakan, persoalan yang dialami petani ini harus segera dicarikan solusinya. Bukri minta untuk urusan seperti ini jangan sampai bertele-tele. “Tidak hanya Bulog, tapi kami juga minta untuk Disperindag ikut berperan memberikan solusi,” tegasnya.

Legislator dari PDI Perjuangan ini juga berharap agar adanya inisiatif untuk mencari peluang pasar di luar daerah.

Kepala Bulog Subdivre 11 Jember Jamaludin mengatakan, terhadap permintaan petani, pihaknya mengaku siap untuk melakukan serapan. Namun tentunya dengan pertimbangan kualitas.

“Kita punya satgas untuk melakukan serapan gabah dari para petani. Dengan tentunya langsung ke petani saat panen, dan itu prioritas. Meskipun kita juga mempunyai keterbatasan dalam lantai jemur dan dryer (pengering, red),” kata Jamaludin.

Namun dengan menggandeng Perpadi, lanjut Jamaludin, pihaknya mengaku optimis serapan gabah ke petani sesuai dengan harapan.

“Gabah kering giling, beras akan siap terserap maksimal. Bahkan kita juga kerja sama dengan Gapoktan-gapoktan. Untuk serapan harga sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2015 dengan targetnya 35 ribu ton per tahun,” jelasnya.

Untuk standar kualitas, gabah kering panen (GKP) kadar air maksimal 25 persen, hampa kotoran maksimal 10 persen, harganya Rp 3.700 per Kilogram (Kg).

“Tapi kini kita ada fleksibilitas 10 persen, jadi nantinya kita beli dengan harga Rp 4.070 per Kg. Tentu sesuai standar GKP. Sedangkan untuk gabah kering giling (GKG), harga Rp 4.600, dengan fleksibilitas Rp 5.115 per Kg spesifikasi kadar air 14 persen, hampa kotoran maksimal 3 persen,” terangnya.

“Kemudian untuk beras, harga sesuai Inpres Rp 3.700 per Kg. tapi fleksibelitas ke petani, kita beli dengan harga Rp 8.030 per Kg. kadar air 14 persen, broken (beras patah) 20 persen, dan menir 2 persen, derajat susuh (hilangnga kulit) 95 persen minimal,” sambungnya. (yud/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...