Rabu, 22 Mei 2019 18:52

Gubernur Khofifah Hadiri Penganugerahan Honoris Causa Soekarwo di Universitas Islam Sunan Ampel

Rabu, 27 Maret 2019 23:16 WIB
Editor: .
Wartawan: M Didi Rosadi
Gubernur Khofifah Hadiri Penganugerahan Honoris Causa Soekarwo di Universitas Islam Sunan Ampel
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama Soekarwo dan istri usai penobatan Doktor Honoris Causa di auditorium UINSA, Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap adanya keseimbangan antara social capital dan spiritual capital. Hal ini penting dilakukan karena akan menciptakan keseimbangan kehidupan duniawi dan nahrawi, apalagi basis penguatan social capital sudah luar biasa.

“Basis proses penguatan partisipasi masyarakat Jatim sangat luar biasa, jika hal ini didukung dengan ribuan pesantren di Jatim, maka social capital akan beriringan dengan spiritual capital,” ungkap Khofifah pada acara Penganugerahan Honoris Causa Soekarwo di Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA), Surabaya, Rabu (27/3).

Dijelaskan, penguatan spiritual capital salah satunya melalui peningkatkan kualitas pendidikan pesantren dan diniyah. Selain itu, juga dengan penguatan pendidikan vokasi di pesantrean-pesantren.

“Lewat vokasi di pesantren ini diharapkan akan meningkatkan daya saing dan kemandirian pesantren,” terang Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Gubernur Khofifah menambahkan, peningkatan kualitas guru Madrasah Diniyah/Madin juga dilakukan dengan meluaskan pemberian beasiswa mu’adalah, dan beasiswa S2 bagi guru Madin. “Program ini baru kita luncurkan, kita berharap kualitas guru Madin akan meningkat sehingga output dari seluruh pendidikan Madin ikut meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi aktif dengan kepala Dispendik Prov. Jatim terkait program pendidikan vokasi di pesantren. Sejak awal Maret, Pemprov Jatim juga telah membuka program layanan semi millenial job center di Bakorwil Pamekasan.

“Ini semua merupakan bagian dari penguatan, peningkatan skill, dan menciptakan kemandirian, khususnya bagi alumni pesantren yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah,” tutur Gubernur Khofifah yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Kerja.

Terkait pemberian gelar Honoris Causa pada Gubernur Jatim masa jabatan 2009-2019 Pakde Karwo, Gubernur Khofifah memberikan selamat dan apresiasi. Apalagi, pemberian gelar ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kebijakan Pemprov Jatim sejak zaman Imam Utomo hingga Pakde Karwo.

“Oleh sebab itu, sekali lagi saya mohon restu untuk meneruskan kebijakan Pakde Karwo untuk membawa Pemprov Jatim semakin sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Soekarwo yang biasa disapa Pakde Karwo dalam orasi ilmiahnya mengatakan, bahwa pelaksanaan kebijakan Pendidikan Diniyah Pesantren di Jatim selama periode 2006-2018 bertemakan “Rekonstruksi Pendidikan Diniyah Pesantren, Model Pendidikan Berbasis Spiritual”.

Menurutnya, solusi bagi persoalan krisis kemanusiaan yang ditimbulkan oleh pengembangan sains dan teknologi yakni dengan kembali kepada pendidikan spiritual. Salah satunya dengan membentuk Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) yang berisi para praktisi dan akademinsi pendidikan Islam di Jawa Timur. “LPPD ini sengaja dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada dan perumusan pengembangan pendidikan diniyah yang lebih komprehensif,” terang Pakde Karwo.

Pada kesempatan yang sama, Promotor Gelar Doktor Honoris Causa dari Pascasarjana UINSA Ahmad Zahro mengatakan, Pakde Karwo merupakan tokoh ketiga yang menerima gelar Doktor HC. Yang pertama yakni Almarhum KH. Hasyim Muzadi yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua PBNU dan dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Peradaban Islam.

Tokoh kedua, lanjut Zahro yaitu Imam Nahrawi yang masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Dan yang ketiga yakni Pakde Karwo yang dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa di Bidang Pendidikan Agama Islam.

Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim, Rektor dan Akademisi UINSA Surabaya, serta beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim. (mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...