Minggu, 26 Mei 2019 23:08

​Mulai Tahun Ini, Potong Sapi Betina Produktif Sembarangan di Pasuruan Bisa Dipidana

Selasa, 12 Maret 2019 16:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Mulai Tahun Ini, Potong Sapi Betina Produktif Sembarangan di Pasuruan Bisa Dipidana
Para petugas saat mengecek salah satu RPH di Kabupaten Pasururan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Demi menjaga stabilitas populasi dan ketersedianan bibit ternak ruminasia betina produktif, pemerintah melarang keras kepada masyarakat untuk tidak menyembelih ternak betina yang masih produktif. Larangan tersebut menindaklanjuti UU peternakan dan kesehatan hewan no. 41 Tahun 2014.

Kabid Kesmavet Dinas Peternakan dan Ketahanan Kabupupaten Pasuruan drh Ainur Alfiyah menjelaskan bahwa soal larangan tidak boleh menyembelihan sapi betina sejatinya sudah lama diberlakukan. Di Kabupaten Pasuruan sendiri akan diterapkan mulai tahun 2019 ini.

"Tahun lalu, kita sosialisasi kepada jagal dan masyarakat terkait larangan itu serta sangsi bila dilanggar. Untuk tahun ini sudah kita berlakukan sesuai aturan," jelasnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com.

Ia menambahkan, untuk ancaman bagi masyarakat yang terbukti melakukan pemotongan betina produktif yakni hukuman 1 tahun penjara atau denda Rp 100-300 juta. 

"Agar masyarakat luas memahami maksud dan tujuan dari UU tersebut, dalam setiap sosialisasi pihak Dinas Peternakan menggandeng aparat kepolisian," tambahnya.

Langkah antisipasi agar masyarakat tidak melakukan pemotongan betina produktif, Dinas terkait gencar melakukan pemantauan di beberapa RPH (Rumah Potong Hewan). Hal ini dilakukan di malam hari dengan beberapa petugas terkait, penyebaran brosur dan spanduk, bahkan terjun langsung dengan kepolisian memberikan arahan.

"Ada aturan yang membolehkan sapi betina dipotong oleh masyarakat. Tapi, itu harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya sapi berusia 8 tahun ke atas, sudah 5 kali beranak, sapi tidak produktif (majer), cacat tubuh yang bersifat genetik, dan pernah mengalami kecelakaan berat," tandasnya. (bib/par/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...