Senin, 23 September 2019 08:55

​Mulai Tahun Ini, Potong Sapi Betina Produktif Sembarangan di Pasuruan Bisa Dipidana

Selasa, 12 Maret 2019 16:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Mulai Tahun Ini, Potong Sapi Betina Produktif Sembarangan di Pasuruan Bisa Dipidana
Para petugas saat mengecek salah satu RPH di Kabupaten Pasururan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Demi menjaga stabilitas populasi dan ketersedianan bibit ternak ruminasia betina produktif, pemerintah melarang keras kepada masyarakat untuk tidak menyembelih ternak betina yang masih produktif. Larangan tersebut menindaklanjuti UU peternakan dan kesehatan hewan no. 41 Tahun 2014.

Kabid Kesmavet Dinas Peternakan dan Ketahanan Kabupupaten Pasuruan drh Ainur Alfiyah menjelaskan bahwa soal larangan tidak boleh menyembelihan sapi betina sejatinya sudah lama diberlakukan. Di Kabupaten Pasuruan sendiri akan diterapkan mulai tahun 2019 ini.

"Tahun lalu, kita sosialisasi kepada jagal dan masyarakat terkait larangan itu serta sangsi bila dilanggar. Untuk tahun ini sudah kita berlakukan sesuai aturan," jelasnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com.

Ia menambahkan, untuk ancaman bagi masyarakat yang terbukti melakukan pemotongan betina produktif yakni hukuman 1 tahun penjara atau denda Rp 100-300 juta. 

"Agar masyarakat luas memahami maksud dan tujuan dari UU tersebut, dalam setiap sosialisasi pihak Dinas Peternakan menggandeng aparat kepolisian," tambahnya.

Langkah antisipasi agar masyarakat tidak melakukan pemotongan betina produktif, Dinas terkait gencar melakukan pemantauan di beberapa RPH (Rumah Potong Hewan). Hal ini dilakukan di malam hari dengan beberapa petugas terkait, penyebaran brosur dan spanduk, bahkan terjun langsung dengan kepolisian memberikan arahan.

"Ada aturan yang membolehkan sapi betina dipotong oleh masyarakat. Tapi, itu harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya sapi berusia 8 tahun ke atas, sudah 5 kali beranak, sapi tidak produktif (majer), cacat tubuh yang bersifat genetik, dan pernah mengalami kecelakaan berat," tandasnya. (bib/par/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...