Senin, 19 Agustus 2019 13:37

​Minta Kader PPP Awasi TPS, Kiai Asep: Jangan Nyaleg DPR RI Jika Berharap Gaji

Rabu, 13 Februari 2019 11:49 WIB
Editor: Tim
Wartawan: --
​Minta Kader PPP Awasi TPS, Kiai Asep: Jangan Nyaleg DPR RI Jika Berharap Gaji
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat memberikan taushiah politik di Sidotopo Surabaya, Senin malam (11/2/2019). foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meski diguyur hujan deras, warga Sidotopo Surabaya tetap bersemangat mengikuti pengajian Dr KH Asep Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur pada Senin malam (11/2/2019).

Sekitar 700 warga Sidotopo dan sekitarnya itu bahkan secara bergemuruh menjawab pertanyaan-pertanyaan Kiai Asep soal nama-nama Calon Legislatif (Caleg) yang akan dipilih pada 17 April 2019 nanti.

Sebelumnya Kiai Asep memang berulang-ulang menyebut nama caleg PPP yaitu Muhammad Habibur Rochman, SE, caleg DPR RI dapil Surabaya-Sidoarjo. Lalu EM Mas’ud Adnan, Caleg DPRD Jawa Timur dapil Surabaya, dan Afifah, Caleg DPRD Kota Surabaya dapil 2 Surabaya.

(Para tokoh yang hadir pada acara Doa Bersama dan Istghotsah di Sidotopo Surabaya, Senin malam (11/2/2019). Tampak Syaikh Al-Barkawi dari Mesir, Ketua DPC PPP Surabaya Drs H Buchori Imron, Abah Faishol Ismail, Muhammad Habibur Rochman dan yang lain. foto: bangsaonline.com)

Kemudian Kiai Asep mengetes ingatan ratusan warga Sidotopo dan sekitarnya tentang nama-nama Caleg yang harus dipilih. “Untuk Caleg DPR RI siapa namanya?,” tanya Kiai Asep yang dijawab serentak Habibur Rochman.

“Untuk Caleg DPRD Jawa Timur siapa?,” tanya Kiai Asep. Ratusan massa itu langsung menjawab, Pak Mas’ud Adnan. Kiai Asep bertanya lagi, “Untuk Caleg DPRD Kota Surabaya siapa namanya.” Para hadirin kompak menjawab Afifah, putri Abah Faishol Ismail. “Kalau begini kan enak. Sudah apal semua,” tegas Kiai Asep.

(Sekitar 700 warga Sidotopo dan sekitarnya hadir dalam pengajian Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Sidotopo Surabaya, Senin malam (11/2/2019). Tampak Afifah di deretan depan. foto: bangsaonline.com)

Lalu Kiai Asep mengingatkan warga Surabaya terutama kader PPP agar pada 17 April 2019 nanti mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah masing-masing. “Kita semua harus mengawasi TPS, kita semua harus jadi saksi, agar Surabaya jadi adil dan makmur, agar suara kita (PPP) tidak dicolong,” tegas kiai miliarder yang dikenal banyak bersedekah itu.

Kiai Asep minta kader dan warga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut jadi saksi dan mengawasi TPS karena suara partai berlambang Ka’bah diprediksi bakal naik signifikan di Kota Surabaya, terutama daerah pemilihan dapil 2 yang meliputi Tambaksari, Kenjeran, Semampir dan Pabeancantian. “Dapil 2 minimal PPP harus dapat 4 kursi (DPRD Kota Surabaya-Red),” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.

Menurut Kiai Asep, berbeda dengan Pemilu-pemilu sebelumnya, kali ini masyarakat tak boleh golput karena sudah ada pilihan untuk memilih calon legislatif amanah dari PPP. “Orang golput kan merasa tak ada pilihan karena mau milih caleg takut korupsi. Sekarang sudah ada caleg-caleg dari PPP yang tak mungkin korupsi karena saya bantu biayanya. Mereka saya bantu agar tidak korupsi,” katanya.

Kiai Asep menegaskan bahwa sekarang sudah tak jamannya lagi ada pejabat korupsi. Bahkan, menurut Kiai Asep, khusus untuk anggota DPR RI seharusnya tidak perlu lagi berharap gaji. “Nggak usah nyaleg kalau calon DPR RI masih berharap gaji. Anak saya, Habibur Rochman, saya kasih tahu. Habib, abah memperbolehkan kamu nyaleg DPR RI tapi kalau terpilih nanti gajinya harus diberikan kepada konstituen, “ katanya.

Menurut Kiai Asep, Caleg DPR RI harus sudah punya penghasilan sendiri setiap bulan sehingga ketika ia terpilih menjadi anggota DPR RI semata untuk mengabdi kepada rakyat. "Tapi penghasilan yang halal," katanya.

Hadir pada acara itu Ketua DPC PPP Kota Surabaya Drs H Buchori Imron, juga Syaikh Al-Barkawi dari Mesir, Abah Faishol Ismail, dan Ketua RW dan RT dari kawasan Sidotopo dan sekitarnya. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...