Minggu, 21 Juli 2019 14:24

​Gus Ipul: Imlek Legacy Gus Dur

Selasa, 29 Januari 2019 18:12 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Gus Ipul: Imlek Legacy Gus Dur
Wagub Jatim, Saifullah Yusuf menghadiri perayaan imlek 2563 di Vihara Mahavira Graha, Surabaya. Foto: DIDI ROSADI/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menghadiri perayaan imlek 2563 di Vihara Mahavira Graha. Pejabat yang akrab disapa Gus Ipul itu mengingatkan tahun baru Cina itu bisa dirayakan secara meriah berkat jasa Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Karena itu bisa dibilang perayaan imlek di Indonesia adalah legacy atau warisan Gus Dur.

Mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) ini menjelaskan, sejak era orde baru perayaan imlek serta segala budaya dan tradisi bernuansa cina dilarang oleh pemerintah. Pelarangan itu diatur dalam Inpres No.14 Tahun 1967. Namun pelarangan itu berakhir ketika Gus Dur selaku Presiden pada 17 Januari 2000 mengeluarkan Keppres No.6 Tahun 2000 yang menginstruksikan pencabutan Inpres No.14 Tahun 1967.

"Sejak itu imlek diakui sebagai hari besar keagamaan dan bisa dirayakan secara meriah di Indonesia. Ini adalah berkat jasa Gus Dur. Termasuk Konghucu diakui sebagai agama resmi. Itu semua adalah legacy Gus Dur," ujar keponakan Gus Dur itu, Senin (28/1) malam.

Secara khusus, Gus Ipul mengapresiasi perayaan tahun baru Imlek yang turut dihadiri sejumlah umat Islam serta tokoh lintas agama lainnya, seperti mantan ketua PWNU Jatim Ali Machsan Moesa dan tokoh tionghoa sekaligus anggota DPRD Surabaya Vincensius Awey. Hadir pula Menteri BUMN era Presiden SBY, Dahlan Iskan.

“Inilah warisan budaya bangsa Indonesia yang hampir tidak dimiliki negara lain, meski memiliki banyak ragam budaya, agama, suku dan lainnya, tapi tetap dalam satu persatuan, yaitu Indonesia,” ucap Ketua Umum GP Ansor dua periode itu.

Gus Ipul juga mengajak hadirin mendoakan gubernur dan wakil gubernur Jatim yang baru, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, agar mampu memberikan kesejahteraan serta kebahagiaan bagi rakyat.

“Mari berdoa agar gubernur baru dan kepala daerah lainnya yang dilantik nanti mampu membawa masyarakat yang makmur dan sejahtera,” imbuh Ketua PBNU tersebut.

Sementara itu, Ketua panitia perayaan Imlek 2563, Alim Markus, berharap di tahun baru ini Indonesia selalu aman, terlebih menghadapi Pemilihan Umum ‪17 April 2019. Kalau aman maka semua orang tidak akan susah dan semua aktivitas menjadi lancar. “Mari bersama-sama menjaga bangsa Indonesia,” tandas Alim.

Sebagai bangsa majemuk, lanjutnya Indonesia memiliki banyak suku, agama dan kebudayaan berbeda, tapi masyarakatnya harus tetap bertekad untuk bersatu menjadi bangsa yang besar. “Semoga Indonesia maju terus dan negara dipimpin oleh presiden yang betul-betul kerja, kerja dan kerja,” ujar pemilik Maspion Grup itu. (mdr/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...