Minggu, 21 April 2019 02:09

​Manajemen Warunk Upnormal Akui Belum Kantongi Izin TDUP dan Reklame

Rabu, 16 Januari 2019 12:55 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
​Manajemen Warunk Upnormal Akui Belum Kantongi Izin TDUP dan Reklame
Vidi Bagus P, perwakilan dari owner Warunk Upnormal saat menunjukkan perizinan yang dimilikinya selama ini, berupa UK-UPL (izin lingkungan) dan pajak reklame, Selasa (15/01) malam. foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Manajemen Warunk Upnormal (WU) Kota Malang memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa cafenya yang bertempat di Jl. Ters. Borobudur No. 86, Lowokwaru belum berizin.

Klarifikasi itu disampaikan Vidi Bagus Prasetyo, perwakilan dari owner WU, Selasa (16/01) malam. Ia menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya memang masih mengajukan perizinan dimaksud ke DPM-PTSP (Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu). 

"Dari bulan Januari 2018, hingga saat ini masih belum kelar. Kurang paham apa yang menjadi kendalanya, dan saya saat ini melanjutkan penanganannya," jelas Vidi.

Vidi mengakui bahwa Warunk Upnormal di Jl. Ters. Borobudur belum mengantongi surat TPUD (Tanda Daftar Usaha Kepariwisataan) dan reklame. Namun ia mengklaim berkas-berkas surat tersebut sudah diajukan. "Perlu diketahui, pajak reklame sudah terbayarkan lunas, dan izin lingkungan juga sudah kami urus," kata Vidi.

"Teguran dan pembinaan oleh Satpol PP berupa dengan waktu 15 hari, teguran 1 sampai 3 sekitar 30 hari, akan kami perhatikan. Kurang lebih waktu sekitar 1 bulan setengah, akan kami manfaatkan semaksimal mungkin, segera melengkapi persyaratan izinnya," urainya.

"Manakala dalam waktu 1 bulan setengah tersebut masih belum bisa terkantongi surat izinnya, maka kami pasrahkan dengan ketentuan aturan yang ada," imbuhnya.

Terpisah, Drs. Subkhan Plt. Kepala DPMPTSP Kota Malang menyatakan sangat mendukung langkah yang dilakukan Satpol PP dalam menindak tempat usaha yang belum mengantongi perizinan. "Bukan hanya Warung Upnormal saja, semua badan usaha yang melanggar perizinannya perlu ditertibkan," tuturnya.

Pihaknya memastikan perizinan milik Warung Upnormal belum ada, berdasarkan data yang ia kantongi. Karena itu Subkhan berharap manajemen segera melengkapi persyaratan perizinan.

Sementara Drs. Priyadi, MM, Kasatpol PP Kota Malang menyatakan bahwa yang dilakukannya saat ini baru proses pembinaan selama 15 hari, agar pihak manajemen segera melengkapi perizinannya. "Jika belum melengkapi, maka akan ada surat teguran 1, 2, dan 3, hingga langkah tipiring serta penyegelan, kalo memang masih bandel," pungkasnya. (iwa/thu/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...