Selasa, 25 Juni 2019 19:43

Tafsir Al-Isra' 18-19: Mau Dunia, Silakan. Mau Akhirat, Silakan

Sabtu, 12 Januari 2019 11:37 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

Al-Isra': 18-19

man kaana yuriidu al’aajilata ‘ajjalnaa lahu fiihaa maa nasyaau liman nuriidu tsumma ja’alnaa lahu jahannama yashlaahaa madzmuuman madhuuraan (18).

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

waman araada al-aakhirata wasa’aa lahaa sa’yahaa wahuwa mu/minun faulaa-ika kaana sa’yuhum masykuuraan (19).

Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.


TAFSIR AKTUAL

Setelah membicarakan kaum terdahulu yang dibinasakan karena kedurhakaan mereka, kini Tuhan memberi pilihan: siapa yang tetap menghendaki kemewahan duniawi, tetap mengumbar nafsu, tetap bergelimang maksiat, Tuhan akan kabulkan itu, dimudahkan dan difasilitasi. Tapi di akhirat nanti akan menderita merasakan kepedihan siksa. Tapi bila memilih kehidupan akhirat, berat-berat sedikit menjalankan ibadah, tetap teguh, dan bersabar, maka Tuhan akan memberi mereka kehidupan terpuji. "faulaa-ika kaana sa’yuhum masykuuraan".

Sisi lain, ayat ini mengisyaratkan betapa rahmat Allah SWT itu universal dan berlaku bagi setiap hamba-Nya tanpa diskriminasi. Bisa dibayangkan, manusia dipersilakan durhaka sepuasnya, silakan bermaksiat sepuasnya dan Tuhan akan memberi fasilitas untuk itu. Dan benar-benar dibuktikan.

Di sini terbaca, bahwa tidak ada korelasi positif antara ketaatan beribadah dengan rezeki. Tidaklah orang yang ibadahnya sangat bagus, lalu rezekinya banyak dan kekayaannya berlimpah. Tidak pula sebaliknya, orang yang dosanya banyak, maka rezekinya seret. Hal itu karena beda arah. Kehidupan duniawi beda dengan kehidupan ukhrawy. Beda ruang dan beda pula kurikulum. Tapi, bagi orang bertaqwa pasti akan mendapat servis kejembaran, kebahagiaan istimewa yang tidak dimiliki oleh para pelaku dosa.

Lihatlah orang-orang nonmuslim, lihatlah kaum jetset dan para pemburu nafsu yang bergelimang harta. Tuhan terus memberi dan terus memanjakan. Mereka tidak menyadari, sesungguhnya pemanjaan Tuhan itu awal siksaan. Mereka dijerumuskan dalam lembah kedurhakaan mendalam. Tentu saja jalan keluarnya sangat sulit. Itulah gambaran dosa yang kumulatif, tentu saja siksaannya sangat pedih.

Falsafah "berhenti makan sebelum terasa kenyang", meski dipersoalkan apakah itu Hadis Nabi atau bukan, tapi pesannya bagus. Tesis itu tidak saja ajaran etika makan terkait kesehatan, melainkan mengandung makna bahwa kita tidak diperkenankan terlalu asyik menikmati hiburan duniawi atau hobi tertentu, apapun bentuknya. Anda hobi durian, hobi mobil klasik, komunitas Kicau Mania, silakan, tapi wajar-wajar saja.

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...