Minggu, 20 Januari 2019 23:21

​Popeye itu Nyata! Dia Hidup di Peru

Jumat, 14 Desember 2018 22:50 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: --
​Popeye itu Nyata! Dia Hidup di Peru
Itu sih bukan otot bisep. foto: mirror.co.uk

PISCO, BANGSAONLINE.com – Ada Popeye di Brazil. Tak percaya? Dia adalah Alejandro Ramos (56) yang dijuluki Willy, dari Pisco, Peru. Dia penyelam pencari kerang di dasar laut. Tubuhnya menggelembung di lengan dan dada. Bukan karena olah tubuh di gym, tetapi karena insiden.

“Awalnya, saya bekerja sebagai penyelam di kedalaman 35 meter, untuk mencari kerang. Namun, kejadian 4 tahun lalu menjadikan saya seperti popeye ini. Yaitu, sebuah kapal cargo tanpa sengaja memotong selang udara saya,” cerita Willy.

Maka, Willy pun bertindak sigap. Dia melepas baju selamnya yang berat itu. Tekanan sangat tinggi dirasakan tubuhnya. Dia pun meluncur sangat kencang ke permukaan. Setelah itu, dia tak sadarkan diri, dan diselamatkan teman-temannya.

Teman-temannya sangat bingung, karena tubuh bagian atas Willy serta merta membengkak luar biasa. Bobotnya langsung meningkat 30 kg. Dia merasakan sakit di dada dan pinggulnya. "Saya menjadi sangat tertekan, saya hampir saja bunuh diri."

Mereka datang dan menyentuhnya ketika dia duduk dan meraih bahunya yang bengkak. Mereka tertawa dan berkata 'lihat itu Popeye'.

Baru-baru ini, dia berobat ke Rumah Sakit Angkatan Laut di Lima untuk bertemu dengan Dr Raul Aguado, seorang spesialis dalam kedokteran hiperbarik dan bawah air. Dr Aguado mengukur lengan Willy di masing-masing berukuran 74 cm dan dadanya pada 135 sentimeter.

Spesialis tersebut secara teratur merawat pasien yang mengalami kecelakaan menyelam, biasanya dengan 'tekanan.' Dr Aguado berkata: "Saya belum pernah melihat kasus seperti Alejandro sebelumnya".

"Saya telah melihat pasien yang memiliki penyakit subkemen dan tiba-tiba bengkak tetapi dengan ruang hiperbarik ini telah hilang dalam satu sampai tiga jam."

Willy dapat menjalani perawatan serius, termasuk bedah rekonstruktif dan estetika untuk memotong jaringan. "Ada harapan. Mungkin suatu hari nanti saya akan menyelam lagi dan melihat pulau-pulau."

tampak depan

.

Tampak belakang

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...