Senin, 21 Januari 2019 20:08

​Merasa Dilecehkan Prabowo, Puluhan Jurnalis Ngawi Gelar Aksi Damai

Senin, 10 Desember 2018 22:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Merasa Dilecehkan Prabowo, Puluhan Jurnalis Ngawi Gelar Aksi Damai
Merasa dilecehkan dalam suatu statemen oleh salah satu Calon Presiden (Capres) bahwa Jurnalis Merupakan Antek Penghancur NKRI, puluhan Jurnalis Ngawi turun ke jalan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Pernyataan yang telah dikeluarkan Prabowo Subianto beberapa waktu lalu pasca aksi alumni 212 di jakarta membuat para pegiat jurnalis di wilayah Ngawi meradang. Mereka melakukan aksi damai pada Senin (10/12)

Akhirnya pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, puluhan awak media dari berbagai media mengadakan aksi damai dengan melakukan aksi long march yang dimulai dari depan alun-alun Merdeka Ngawi.

Para peserta aksi membawa poster yang intinya tidak menerima pernyataan Prabowo Subianto yang telah melecehkan profesi wartawan.

Rombongan pendemo yang mendapat kawalan ketat dari anggota Kepolisian tersebut berjalan dari alun-alun Ngawi menuju posko pemenangan Capres nomor urut 2 dan mengadakan orasi. Lalu mereka melanjutkan aksinya dengan berjalan menuju perempatan Kartonyono.

Di perempatan Kartonyono perwakilan dari Jurnalis Ngawi melakukan orasi dari atas tugu Kartonyono diikuti peserta demo sambil membentangkan poster.

"Ini merupakan bentuk keprihatinan jurnalis yang telah dilecehkan dalam suatu pernyataan oleh Prabowo Subianto, kita hanya meminta untuk Prabowo meminta maaf atas pernyataannya," jelas Didik Purwanto koordinator aksi saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Sedangkan saat di depan posko pemenangan capres no urut 2 usai melakukan orasi, para pendemo ditemui Suratno ketua tim pemenangan Kab Ngawi. "Kita akan sampaikan aspirasi dari para wartawan Ngawi ke pusat," janji Suratno.

Dari aksi damai tersebut para pegiat media meminta agar Prabowo Subianto untuk meminta maaf. Jikalau hal tersebut tidak dipenuhi, para jurnalis Ngawi mengancam akan memboikot pemberitaan capres no urut 2 itu.

Sedangkan aksi yang dilakukan oleh para Jurnalis Ngawi dipicu pernyataan Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Jurnalis merupakan antek penghancur NKRI. (nal/ian)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...