Senin, 21 Januari 2019 20:00

​Gadis Imut Usia 6 Tahun ini Dijual untuk Dikawini

Jumat, 23 November 2018 18:50 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: --
​Gadis Imut Usia 6 Tahun ini Dijual untuk Dikawini
Masih kecil... sudah rasakan pedihnya hidup... foto: cnn/mirror.co.uk

HERAT, BANGSAONLINE.com – Dampak kekeringan berkepanjangan di Afganistan, menjadikan kehidupan di sana sangat sulit. Bahkan tak jarang, ibu terpaksa menjual anak perempuannya untuk ‘dimakan’ para orang tua dengan imbalan uang, agar uangnya bisa digunakan untuk makan.

Mamareen adalah seorang ibu yang dilaporkan menjual putrinya, Akila (6), demi bisa memberikan makan untuk anak-anak lainnya. Memang, beberapa keluarga yang kelaparan di Afghanistan telah terpaksa menjual anak-anak mereka sendiri dalam upaya untuk bertahan hidup dari kekeringan berkepanjangan.

Di dalam sebuah kamp pengungsian di dekat Kota Herat, beberapa orang tua mengatakan kepada wartawan bahwa mereka terpaksa menjual anak-anak gadis mereka. Bahkan, beberapa di antaranya masih berusia 4 tahun.

Seorang ibu yang didokumentasikan CNN menjelaskan bahwa putrinya, Akila, sekarang dimiliki oleh seorang lelaki yang lebih tua di sebuah tenda di dekatnya. "Saya meninggalkan desa saya dengan ketiga anak saya karena kekeringan yang parah," katanya kepada CNN.

"Untuk menghindari kelaparan di antara anak-anak saya, saya menjual anak saya kepada seorang pria seharga sekitar 3.000 dollar, tetapi sejauh ini baru diberi 70 dollar. Saya tidak memiliki uang, tidak ada makanan dan tidak ada pencari nafkah karena suami saya terbunuh dalam perang."

Akila, yang duduk di sebelah ibunya selama wawancara, tidak tahu nasibnya. Ibunya, Mamareen, mengatakan anak itu tidak tahu dia telah dijual. Orang yang membeli Akila, Najmuddin, dilaporkan tidak bersedia diwawancara CNN.

Najmuddin mengatakan, keluarga gadis itu tidak punya makanan, dan dia bersedia membeli Akila untuk dikawinkan dengan putranya yang berumur 10 tahun, Sher Agha. Najmuddin mengatakan tidak masalah kalau Akila masih sangat muda. "Hal-hal ini terjadi di sini. Bahkan seorang lelaki tua menikahi seorang gadis muda. Itu terjadi," katanya.

Lebih dari 275.000 orang mengungsi ke kamp-kamp penampungan karena musim kering yang mengakibatkan kurangnya makanan di wilayah ini.

Najmuddin mengatakan hasil panen gandum dan melon miliknya gagal dan semua domba, sapi, dan kambingnya mati karena tidak ada yang memberi mereka makan. Dan dia bukan satu-satunya orang di kamp yang mengaku membeli dan menjual anak-anak untuk bertahan.

Orang lain yang tak disebut, mengatakan kepada CNN bahwa ia telah menjual putrinya, yang baru berusia empat tahun, untuk melunasi utang.

Kekeringan sangat buruk terjadi di 20 provinsi di Afganistan, sehingga PBB telah mengungsikan lebih banyak orang, daripada perang yang sedang berlangsung antara Taliban dan pemerintah. Sebanyak 2 juta penduduk terancam kelaparan. 

Pembeli Akila

Sumber: mirror.co.uk
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...