Selasa, 25 Juni 2019 19:43

​Gadis Imut Usia 6 Tahun ini Dijual untuk Dikawini

Jumat, 23 November 2018 18:50 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: --
​Gadis Imut Usia 6 Tahun ini Dijual untuk Dikawini
Masih kecil... sudah rasakan pedihnya hidup... foto: cnn/mirror.co.uk

HERAT, BANGSAONLINE.com – Dampak kekeringan berkepanjangan di Afganistan, menjadikan kehidupan di sana sangat sulit. Bahkan tak jarang, ibu terpaksa menjual anak perempuannya untuk ‘dimakan’ para orang tua dengan imbalan uang, agar uangnya bisa digunakan untuk makan.

Mamareen adalah seorang ibu yang dilaporkan menjual putrinya, Akila (6), demi bisa memberikan makan untuk anak-anak lainnya. Memang, beberapa keluarga yang kelaparan di Afghanistan telah terpaksa menjual anak-anak mereka sendiri dalam upaya untuk bertahan hidup dari kekeringan berkepanjangan.

Di dalam sebuah kamp pengungsian di dekat Kota Herat, beberapa orang tua mengatakan kepada wartawan bahwa mereka terpaksa menjual anak-anak gadis mereka. Bahkan, beberapa di antaranya masih berusia 4 tahun.

Seorang ibu yang didokumentasikan CNN menjelaskan bahwa putrinya, Akila, sekarang dimiliki oleh seorang lelaki yang lebih tua di sebuah tenda di dekatnya. "Saya meninggalkan desa saya dengan ketiga anak saya karena kekeringan yang parah," katanya kepada CNN.

"Untuk menghindari kelaparan di antara anak-anak saya, saya menjual anak saya kepada seorang pria seharga sekitar 3.000 dollar, tetapi sejauh ini baru diberi 70 dollar. Saya tidak memiliki uang, tidak ada makanan dan tidak ada pencari nafkah karena suami saya terbunuh dalam perang."

Akila, yang duduk di sebelah ibunya selama wawancara, tidak tahu nasibnya. Ibunya, Mamareen, mengatakan anak itu tidak tahu dia telah dijual. Orang yang membeli Akila, Najmuddin, dilaporkan tidak bersedia diwawancara CNN.

Najmuddin mengatakan, keluarga gadis itu tidak punya makanan, dan dia bersedia membeli Akila untuk dikawinkan dengan putranya yang berumur 10 tahun, Sher Agha. Najmuddin mengatakan tidak masalah kalau Akila masih sangat muda. "Hal-hal ini terjadi di sini. Bahkan seorang lelaki tua menikahi seorang gadis muda. Itu terjadi," katanya.

Lebih dari 275.000 orang mengungsi ke kamp-kamp penampungan karena musim kering yang mengakibatkan kurangnya makanan di wilayah ini.

Najmuddin mengatakan hasil panen gandum dan melon miliknya gagal dan semua domba, sapi, dan kambingnya mati karena tidak ada yang memberi mereka makan. Dan dia bukan satu-satunya orang di kamp yang mengaku membeli dan menjual anak-anak untuk bertahan.

Orang lain yang tak disebut, mengatakan kepada CNN bahwa ia telah menjual putrinya, yang baru berusia empat tahun, untuk melunasi utang.

Kekeringan sangat buruk terjadi di 20 provinsi di Afganistan, sehingga PBB telah mengungsikan lebih banyak orang, daripada perang yang sedang berlangsung antara Taliban dan pemerintah. Sebanyak 2 juta penduduk terancam kelaparan. 

Pembeli Akila

Sumber: mirror.co.uk
Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...