Jumat, 19 Juli 2019 22:26

​Beri Teladan, Kiai Asep Minta Erick Thohir Tak Balas Kekejian Hoax

Jumat, 23 November 2018 13:36 WIB
Editor: MMA
Wartawan: --
​Beri Teladan, Kiai Asep Minta Erick Thohir Tak Balas Kekejian Hoax
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat orasi pada Deklarasi Jokowi-Ma'ruf se-Tapal Kuda di Pondok Pesantren Nurul Qornain Jember Jawa Timur, Kamis (22/11/2018). Foto: istimewa/bangsaonline.com

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dr KH Asep Saifuddin Chalim minta Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tidak membalas kekejian hoax yang selama ini dilancarkan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Biarkan kekejian hoax itu nanti akan menampar muka mereka sendiri," kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang Ketua Dewan Penasehat Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) saat pidato pada Deklarasi Jokowi-Ma'ruf Amin se-Tapal Kuda yang digelar JKSN di Pondok Pesantren Nurul Qornain Jember, Kamis (22/11/2018).

(Nyai Hj Fatimah (paling kiri) Sekretaris PC Muslimat NU Kota Surabaya, bersama Khofifah Indar Parawansa, dan Nyai Mahfudzoh Ali Ubaid putri KH Abdul Wahab Hasbullah, dalam acara Deklarasi Jokowi-Ma'ruf se-Tapal Kuda di Pondok Pesantren Nurul Qornain Jember, Jawa Timur, Kamis, 22 Nopember 2018. foto: bangsaonline.com)

Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu menegaskan bahwa hoax jangan dilawan dengan hoax. "Kasihan bangsa. Bangsa ini harus diberi keteladanan," tegas Kiai Asep yang dikenal sebagai ulama miliarder dan dermawan itu.

Meski demikian bukan berarti hoax harus dibiarkan. “Harus diklarifikasi,” pinta Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu. Ercik Thohir yang duduk di jajaran paling depan mengangguk-angguk.

Yang menarik, Kiai Asep kemudian melantunkan sebuah syair Arab yang artinya: Biarkanlah dia yang menyakitimu. Janganlah kau balas kekejian itu. Karena segera dia akan terbalaskan. Dan dia sendiri itu pelaku pembalasan.

Syair ini, menurut Kiai Asep, mejelaskan bahwa para penyebar hoax itu akan menampar dirinya sendiri. Kiai Asep juga menjelaskan bahwa syair ini ia gubah dari aslinya sehingga relevan dengan konteks keindonesiaan sekarang terutama terkait hoax. “Saya ini plagiator,” canda Kiai Asep. Mendengar itu Erick Thohir langsung tertawa.

Sementara Kiai Yazid Karimullah mewakili kiai dan santri se-Tapal Kuda menegaskan dukungannya untuk Jokowi-Kiai Ma'ruf. "Saya berikrar, selaku pengasuh Ponpes beserta keluarga besar dari para alumni para wali santri akan mendukung sepenuhnya untuk pemenangan Capres Cawapres Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin," ujarnya.

Sedang Erick Thohir mengajak masyarakat untuk menyiarkan kebenaran tentang pasangan Capres-Cawapres nomor 01. "Saya diberi kesempatan pada satu bulan setengah terakhir, bisa dekat dengan Capres kita Pak Jokowi. Apa yang saya lihat selama ini beliau memang pemimpin yang taat beragama dan rajin shalatnya. Kalau ada pihak yang mempertanyakan ini, Insyaallah salah," terang Erick.

Ia juga menegaskan bahwa bangsa ini perlu sejuk dan Jokowi adalah tipe pemimpin yang sejuk dan sederhana.

Acara deklarasi ini memang dihadiri langsung oleh Erick Thohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf,. Hadir pula Ketua Dewan Pengarah JKSN Khofifah Indar Parawansa, disamping Ketua Dewan Penasihat JKSN Dr. K.H. Asep Saifuddin Chalim, serta pengasuh Ponpes Nurul Qarnain Jember, KH Yazid Karimullah.

JKSN berdiri dipelopori oleh Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin Chalim. Awalnya pendirian KSN ini diawali rapat di kediaman Dr KH Muhammad Barra atau Gus Barra (putra pertama Kiai Asep Saifuddin Chalim) di Siwalankerto Utara Surabaya. Kemudian JKSN dideklarasikan secara nasional di kediaman Kiai Asep Saifuddin Chalim di Pacet Mojokerto Jawa Timur. Saat itu selain dihadiri Erick Thohir dan Khofifah juga dihadiri perwakilan dari 34 provinsi seluruh se-Indonesia.

Yang menarik, semua kegiatan JKSN ini dibiayai secara swadaya sehingga berjalan lincah dan gesit tanpa menunggu bantuan dana dari Jakarta. (tim)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...