Rabu, 17 Juli 2019 14:34

Kunjungan ke Lamongan, Kemenko Perekonomian RI: Komoditas Jagung Penyumbang Inflasi Cukup Besar

Kamis, 22 November 2018 17:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Kunjungan ke Lamongan, Kemenko Perekonomian RI: Komoditas Jagung Penyumbang Inflasi Cukup Besar
Puji Gunawan, perwakilan Kemenko Perekonomian RI memberikan cinderamata pada Bupati Fadeli.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) menunjuk Kabupaten Lamongan sebagai salah satu rujukan diskusi stabilisasi harga, terutama jagung. Itu karena komoditas jagung merupakan penyumbang infilasi yang cukup besar yakni 2 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Puji Gunawan, perwakilan Kemenko Perekonomian RI saat melakukan kunjungan kerja dan diterima Bupati Fadeli di Guest House, Kamis (22/11). Selain dari Kemenko Perekonomian, TPIP terdiri dari perwakilan Kemendagri, Bank Indonesia, Kemenko Perekonomian, Kemenperindag, dan Bulog.

Puji Gunawan mengungkapkan memilih Lamongan karena produksi jagungnya yang tertinggi di Jawa Timur. “Dan mengapa jagung, karena komoditas jagung dan turunannya sebagai penyumbang inflasi yang cukup besar, yang hampir sama dengan beras, yakni sebesar 2 persen,” ungkapnya.

Inflasi, jelasnya, terjadi bukan hanya karena keterjangkauan harga. Namun juga berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan serta distribusinya. Sehingga ketika terjadi ketidakseimbangan di tiga faktor tersebut, lanjut dia, terlebih untuk sentra jagung seperti Lamongan, yang terjadi adalah ancaman inflasi yang tinggi.

"Oleh karena itu kami juga ingin tahu bagaimana keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan serta distribusi jagung di Lamongan untuk menghindari hal tersebut," ungkap Puji .

Puji Gunawan mengungkapkan peristiwa naiknya inflasi pada daerah sentra produsen pernah terjadi di Medan. Dia berharap, dengan produksi jagung yang tinggi, tidak menjadi penyumbang inflasi jagung yang tinggi pula. Sebagaimana medan, yang sebagai penghasil cabai namun juga penyumbang inflasi terbesar untuk cabai.

"Hasil dari Lamongan ini nantinya akan menjadikan input besar bagi TPIP untuk menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan selanjutnya," katanya.

Sementara Bupati Fadeli mengungkapkan bahwa peningkatan produksi jagung ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung.

Hasilnya, Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Lamongan tahun 2016 yang sebesar 102, naik menjadi menjadi 104,6 di tahun 2017.

Menurutnya hal tersebut tidaklah mudah karena harus merubah pola pikir petani jagung yang dulu tradisional menjadi pola pikir modern. Yakni melalui penggunaan bibit varietas unggul, perubahan pola tanam, bahkan sampai cara panen. (qom/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...