Pakai Besi Bekas, Proyek Pengadaan PJU DLH Mojokerto Rp 500 Juta Jadi Sorotan

"Mengapa menggunakan barang bekas, anggaran kita ada kok. Kalau dibilang untuk efisiensi, harusnya anggarannya harus berkurang. Efisiensi itu tidak harus memanfaatkan barang bekas. Lah ini anggaran tetap tapi dapatnya barang bekas," sesalnya.

Menurut dia, berbicara soal penghematan bisa dengan menurunkan spek. "Misalnya kekuatan anggaran terbatas tidak harus belanja spek kualitas tertinggi namun bisa menggunakan di bawahnya. Itu juga termasuk efisiensi anggaran. Bukan dengan menggunakan besi bekas, iyalah. Apalagi kita tidak tahu kualitas apalagi kuantitas barang bekas," tandasnya.

Edwin mengatakan penggunaan proyek tersebut rawan permainan. "Jelas proyek ini rawan permainan. Karena dari sisi transparansi berapa jumlah tiang bekas yang digunakan tidak dipublikasikan.

Dan lagi, kalau menggunakan barang bekas siapa bisa tahu spesifikasi barang bekas tersebut. Siapa biasa membuktikan masih layak atau tidak, tiang tersebut," imbuhnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: