Kera yang dianggap sakral bagi umat Hindu. foto: mirror.co.uk
UTTAR PRADESH, BANGSAONLINE.com – Kawanan kera membunuh seorang manusia, Dharampal Singh (72). Korban meninggal setelah dilempari batu bata dari pohon. Meski senoat dilarikan ke rumah sakit, lemparan batu itu menyebabkan Dharampal mengalami cedera kepala dan dada, sehingga dokter tidak dapat menyelamatkannya.
Nah, atas kematian ini, keluarga korban melaporkan ulah kera kepada polisi, untuk ditindak secara hukum.
BACA JUGA:
- Sandwich Cumi-Cumi dan Hot Dog Raksasa: 10 Hidangan Paling Unik di Stadion Sepak Bola
- Ramalan Shio Selasa 18 Maret 2025: Anjing Cengar Cengir, Babi Mikirin Cinta Terus
- Ramalan Shio Jumat 17 Januari 2025: Anjing Pikir Kalo Tak Cukup, Babi Sifat Aneh
- Ramalan Shio Sabtu 26 Oktober 2024: Anjing Ditegur Sembarangan, Babi Haha Hihi
Peristiwa nahas ini diawali Dharampal Singh (72) mengumpulkan ranting kayu kering, namun kawanan kera yang ada di pohon, tepat di atasnya merasa terusik, pada Kamis (18/10). 'Mereka' pun melempari Dharampal dengan batu bata.
Diyakini kera telah mempersenjatai diri dengan batu bata yang telah mereka kumpulkan sebelumnya dari sebuah bangunan yang runtuh di dekatnya di Tikri, Uttar Pradesh.
Penduduk desa berulang kali mengeluh, karena perilaku kera ini telah agresif, dan membuat hidup mereka seperti neraka. Tetapi hewan-hewan itu adalah spesies yang dilindungi sehingga sangat sedikit yang bisa dilakukan.
Saudara laki-laki Singh, Krishnapal, mengatakan kepada The Times of India: "Monyet melemparkan lebih dari 20 batu bata di Dharampal pada hari Kamis. Dilempar dari ketinggian, batu bata itu cukup untuk membunuhnya. Monyet-monyet nakal ini adalah penjahat sebenarnya, dan harus membayarnya. Kami sudah melapor ke polisi, untuk ditindak secara hukum, dan dinyatakan sebagai terdakwa."
Keluarga Singh telah mengajukan keluhan resmi dan menyebut monyet sebagai terdakwa, tetapi polisi bersikeras tidak dapat mengadili monyet, dan telah menyatakan kematian Singh adalah kecelakaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




