Minggu, 21 April 2019 18:04

​Kericuhan Warnai Laga Persatu Tuban Vs Persip Pekalongan

Minggu, 07 Oktober 2018 19:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Kericuhan Warnai Laga Persatu Tuban Vs Persip Pekalongan
Pemain Persatu dan Persip saat terlibat perselisihan di lapangan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kericuhan mewarnai pertandingan Play Off liga 3 Nasional antara tuan rumah Persatu Tuban melawan Persip Pekalongan di Stadion Lokajaya, Kabupaten Tuban, Minggu (7/10).

Adanya insiden di penghujung menit akhir babak kedua tersebut membuat pertandingan sempat dihentikan beberapa saat.

Pantauan BANGSAONLINE.com, kericuhan terjadi akibat kapten tim pemain Persip Iwan Wahyudi menjegal pemain Persatu Edy Winarno. Entah apa yang menjadi penyebabnya, tiba-tiba pemain Persip nomor punggung 4 tersebut memukul pemain Persatu.

Kejadian itu membuat para pemain lainnya terpancing emosinya dan terjadi saling pukul. Tak hanya itu, para official kedua tim juga masuk ke lapangan untuk meredam perkelahian semakin meluas.

Beruntung, kericuhan berhasil diredam oleh petugas keamanan sehingga kericuhan tidak meluas dan pertandingan dapat dilanjutkan kembali.

"Huuu...... Ndeso-ndeso," teriak salah satu suporter dari pinggir lapangan.

Akibat kejadian itu, pemain Persib Iwan Wahyudi diganjar kartu merah, sementara Edy Winarno mendapat kartu kuning oleh wasit Cholid Daryanto.

Sebenarnya, laga yang dipertontonkan kedua kesebelasan berlangsung cukup menarik. Permainan terbuka diperlihatkan kedua tim, hasilnya beberapa peluang diciptakan para pemain dari masing-masing kesebelasan.

Tuan rumah Persatu Tuban berhasil memecahkan kebuntuan melalui gol yang dicetak Achmad Nuril Mubin pada menit ke 30. Sontekan pemain dengan nomor punggung 19 tersebut meluncur deras ke gawang tim tamu yang dikawal Aprizal Kamal.

Keunggulan 1-0 tuan rumah bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, kedua pelatih menerapkan permainan terbuka, sehingga jual beli serangan terjadi. Para pemain Persatu berhasil meredam serangan yang dibangun tim tamu.

Namun, tuan rumah justru kembali mampu mendominasi jalannya pertandingan. Serangan-serangan yang dibangun Danu CS kerap membahayakan tim tamu. Sebaliknya, tim tamu hanya mampu sesekali melancarkan serangan balik.

Keunggulan tim tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Dengan hasil tersebut, membuat tim Persatu Tuban melaju ke babak 32 besar, unggul agregat 2-1 atas Persip Pekalongan.

Tak terlalu banyak komentar yang diutarakan pelatih Persip Pekalongan, Inyong Lolombuan. Dirinya mengakui kekalahan timnya atas tuan rumah Persatu Tuban.

"Terimakasih kepada panpel, kami mengakui kalah dari Persatu. Untuk insiden kericuhan tadi no comment," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Persatu Edy Sutrisno mengaku yakin jika bisa mengunci kemenangan pada pertandingan tersebut. Hal itu karena dirinya telah melakukan evaluasi sebelumnya pada leg 1 yang berlangsung di kandang Persip Pekalongan.

"Kita sudah melakukan evaluasi pada pertandingan sebelumnya, dan kami optimis dapat memetik tiga point," ujar pelatih karismatik itu.

Disinggung terkait kericuhan yang melibatkan tim asuhannya, dirinya menilai itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam sepak bola. Menurutnya, tensi pertandingan sangat tinggi, sehingga ia menilai wajar terjadi gesekan antar pemain.

"Saya rasa kericuhan ini di mana-mana wajar. Kita tadi gak mukul, tapi kita dipukul. Kalau kecewa itu pasti kecewa, namun kita harus syukuri hasil pertandingan ini," pungkasnya. (gun/ian) 

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...