Jumat, 19 Oktober 2018 23:55

​Kericuhan Warnai Laga Persatu Tuban Vs Persip Pekalongan

Minggu, 07 Oktober 2018 19:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Kericuhan Warnai Laga Persatu Tuban Vs Persip Pekalongan
Pemain Persatu dan Persip saat terlibat perselisihan di lapangan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kericuhan mewarnai pertandingan Play Off liga 3 Nasional antara tuan rumah Persatu Tuban melawan Persip Pekalongan di Stadion Lokajaya, Kabupaten Tuban, Minggu (7/10).

Adanya insiden di penghujung menit akhir babak kedua tersebut membuat pertandingan sempat dihentikan beberapa saat.

Pantauan BANGSAONLINE.com, kericuhan terjadi akibat kapten tim pemain Persip Iwan Wahyudi menjegal pemain Persatu Edy Winarno. Entah apa yang menjadi penyebabnya, tiba-tiba pemain Persip nomor punggung 4 tersebut memukul pemain Persatu.

Kejadian itu membuat para pemain lainnya terpancing emosinya dan terjadi saling pukul. Tak hanya itu, para official kedua tim juga masuk ke lapangan untuk meredam perkelahian semakin meluas.

Beruntung, kericuhan berhasil diredam oleh petugas keamanan sehingga kericuhan tidak meluas dan pertandingan dapat dilanjutkan kembali.

"Huuu...... Ndeso-ndeso," teriak salah satu suporter dari pinggir lapangan.

Akibat kejadian itu, pemain Persib Iwan Wahyudi diganjar kartu merah, sementara Edy Winarno mendapat kartu kuning oleh wasit Cholid Daryanto.

Sebenarnya, laga yang dipertontonkan kedua kesebelasan berlangsung cukup menarik. Permainan terbuka diperlihatkan kedua tim, hasilnya beberapa peluang diciptakan para pemain dari masing-masing kesebelasan.

Tuan rumah Persatu Tuban berhasil memecahkan kebuntuan melalui gol yang dicetak Achmad Nuril Mubin pada menit ke 30. Sontekan pemain dengan nomor punggung 19 tersebut meluncur deras ke gawang tim tamu yang dikawal Aprizal Kamal.

Keunggulan 1-0 tuan rumah bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, kedua pelatih menerapkan permainan terbuka, sehingga jual beli serangan terjadi. Para pemain Persatu berhasil meredam serangan yang dibangun tim tamu.

Namun, tuan rumah justru kembali mampu mendominasi jalannya pertandingan. Serangan-serangan yang dibangun Danu CS kerap membahayakan tim tamu. Sebaliknya, tim tamu hanya mampu sesekali melancarkan serangan balik.

Keunggulan tim tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Dengan hasil tersebut, membuat tim Persatu Tuban melaju ke babak 32 besar, unggul agregat 2-1 atas Persip Pekalongan.

Tak terlalu banyak komentar yang diutarakan pelatih Persip Pekalongan, Inyong Lolombuan. Dirinya mengakui kekalahan timnya atas tuan rumah Persatu Tuban.

"Terimakasih kepada panpel, kami mengakui kalah dari Persatu. Untuk insiden kericuhan tadi no comment," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Persatu Edy Sutrisno mengaku yakin jika bisa mengunci kemenangan pada pertandingan tersebut. Hal itu karena dirinya telah melakukan evaluasi sebelumnya pada leg 1 yang berlangsung di kandang Persip Pekalongan.

"Kita sudah melakukan evaluasi pada pertandingan sebelumnya, dan kami optimis dapat memetik tiga point," ujar pelatih karismatik itu.

Disinggung terkait kericuhan yang melibatkan tim asuhannya, dirinya menilai itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam sepak bola. Menurutnya, tensi pertandingan sangat tinggi, sehingga ia menilai wajar terjadi gesekan antar pemain.

"Saya rasa kericuhan ini di mana-mana wajar. Kita tadi gak mukul, tapi kita dipukul. Kalau kecewa itu pasti kecewa, namun kita harus syukuri hasil pertandingan ini," pungkasnya. (gun/ian) 

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...