Selasa, 21 Agustus 2018 13:02

​Perempuan Indonesia Didorong Ikuti Jejak Khofifah

Jumat, 10 Agustus 2018 00:23 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Perempuan Indonesia Didorong Ikuti Jejak Khofifah
Giwo Rubianto Wiyogo (dua dari kanan) berbincang dengan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dalam acara workshop Gerakan Wanita Sejahtera (GWS). foto: DIDI R/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meskipun sudah ada aturan tentang kewajiban partai politik untuk mengakomodir keterwakilan perempuan dalam politik sebesar 30 persen. Namun faktanya keterwakilan perempuan masih minim. 

Padahal banyak masalah terkait gender yang butuh sentuhan langsung dari seorang perempuan. Karena itu Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), Giwo Rubianto Wiyogo mendorong lebih banyak perempuan Indonesia yang terjun ke dunia politik. Dengan begitu kebijakan akan lebih berpihak pada kaum perempuan.

Giwo menilai Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih adalah contoh tokoh perempuan yang harus dicontoh. Giwo yang juga menjabat Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menilai Indonesia butuh lebih banyak pemimpin perempuan seperti Khofifah.

"Beliau selain cerdas dan bersih juga lebih peka atau care. Soal kemampuan, pemimpin pria dan perempuan sudah setara. Namun pemimpin perempuan, saya kira lebih care," tutur Giwo, Kamis (9/8).

Politikus Golkar ini mengungkapkan, Khofifah sukses menanggulangi masalah sosial saat menjadi Menteri Sosial RI. Karena itu pihaknya yakin, Khofifah akan sukses memimpin Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

Karena alasan itulah, pihaknya sengaja mengundang Khofifah untuk menjadi pembicara dalam acara GWS Jatim. Ia berharap Khofifah bisa memberi motivasi kepada aktivis perempuan lain dan menularkan kesuksesannya.

"Karena kelebihan yang dimiliki Bu Khofifah, kami sengaja mengundang beliau untuk memberi motivasi kepada para perempuan Jawa Timur. Bisa dibilang Bu Khofifah adalah role model untuk perempuan Indonesia," urai perempuan bergelar doktor ini.

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini mengimbau perempuan Indonesia, termasuk mereka yang ada di Jawa Timur agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. Dirinya mencontohkan, saat ini yang merupakan era digital harus dijadikan momentum untuk mengembangkan usaha. Terutama dalam bidang pemasaran produk.

Menantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto ini mengakui kesadaran perempuan untuk mandiri dalam bidang usaha sudah sangat tinggi. Terutama mereka yang bergerak dalam sektor UMKM. Namun usaha itu harus diikuti dengan inovasi, baik dalam kemasan maupun pemasaran. Dengan begitu produk yang ditawarkan bisa diserap pasar.

"Saat ini eranya digital, karena itu perempuan Indonesia harus menguasai dan memanfaatkan teknologi," pungkas Perempuan berparas ayu tersebut. (mdr/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...