Selasa, 23 Oktober 2018 00:33

​Perempuan Indonesia Didorong Ikuti Jejak Khofifah

Jumat, 10 Agustus 2018 00:23 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Perempuan Indonesia Didorong Ikuti Jejak Khofifah
Giwo Rubianto Wiyogo (dua dari kanan) berbincang dengan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dalam acara workshop Gerakan Wanita Sejahtera (GWS). foto: DIDI R/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meskipun sudah ada aturan tentang kewajiban partai politik untuk mengakomodir keterwakilan perempuan dalam politik sebesar 30 persen. Namun faktanya keterwakilan perempuan masih minim. 

Padahal banyak masalah terkait gender yang butuh sentuhan langsung dari seorang perempuan. Karena itu Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), Giwo Rubianto Wiyogo mendorong lebih banyak perempuan Indonesia yang terjun ke dunia politik. Dengan begitu kebijakan akan lebih berpihak pada kaum perempuan.

Giwo menilai Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih adalah contoh tokoh perempuan yang harus dicontoh. Giwo yang juga menjabat Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menilai Indonesia butuh lebih banyak pemimpin perempuan seperti Khofifah.

"Beliau selain cerdas dan bersih juga lebih peka atau care. Soal kemampuan, pemimpin pria dan perempuan sudah setara. Namun pemimpin perempuan, saya kira lebih care," tutur Giwo, Kamis (9/8).

Politikus Golkar ini mengungkapkan, Khofifah sukses menanggulangi masalah sosial saat menjadi Menteri Sosial RI. Karena itu pihaknya yakin, Khofifah akan sukses memimpin Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.

Karena alasan itulah, pihaknya sengaja mengundang Khofifah untuk menjadi pembicara dalam acara GWS Jatim. Ia berharap Khofifah bisa memberi motivasi kepada aktivis perempuan lain dan menularkan kesuksesannya.

"Karena kelebihan yang dimiliki Bu Khofifah, kami sengaja mengundang beliau untuk memberi motivasi kepada para perempuan Jawa Timur. Bisa dibilang Bu Khofifah adalah role model untuk perempuan Indonesia," urai perempuan bergelar doktor ini.

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini mengimbau perempuan Indonesia, termasuk mereka yang ada di Jawa Timur agar bisa mengikuti perkembangan teknologi. Dirinya mencontohkan, saat ini yang merupakan era digital harus dijadikan momentum untuk mengembangkan usaha. Terutama dalam bidang pemasaran produk.

Menantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo Atmodarminto ini mengakui kesadaran perempuan untuk mandiri dalam bidang usaha sudah sangat tinggi. Terutama mereka yang bergerak dalam sektor UMKM. Namun usaha itu harus diikuti dengan inovasi, baik dalam kemasan maupun pemasaran. Dengan begitu produk yang ditawarkan bisa diserap pasar.

"Saat ini eranya digital, karena itu perempuan Indonesia harus menguasai dan memanfaatkan teknologi," pungkas Perempuan berparas ayu tersebut. (mdr/ian)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...