Rabu, 24 Juli 2019 01:45

​Rakernas Apeksi XIII 2018, Pakde Karwo Paparkan Peluang dan Tantangan Optimalisasi Potensi Daerah

Rabu, 25 Juli 2018 21:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
​Rakernas Apeksi XIII 2018, Pakde Karwo Paparkan Peluang dan Tantangan Optimalisasi Potensi Daerah
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo Hadiri Rakernas APEKSI 2018 sebagai Narasumber Memberikan Paparan di Kota Tarakan Kalimantan Utara.

TARAKAN, BANGSAONLINE.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia XIII tahun 2018 yang berlangsung di Kota Tarakan, menghadirkan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo sebagai salah satu pembicara, Rabu (25/7). 

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim memaparkan peluang dan tantangan kerjasama antar daerah dalam rangka mendukung optimalisasi potensi daerah.

Untuk tantangannya, menurut Pakde Karwo saat ini terdapat permasalahan serius di tingkat nasional, yaitu 80 persen bahan baku industri merupakan hasil impor dari luar negeri. Dampaknya penyerapan produk-produk lokal menjadi rendah. Oleh sebab itu, perlu ada kerjasama antar daerah di Indonesia dalam rangka mengurangi impor bahan baku dari luar negeri.

"Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya dalam rangka mengurangi impor bahan baku. Salah satunya, mencari potensi bahan baku di dalam negeri untuk dapat menjadi bahan substitusi pengganti. Bahan baku lokal yang dapat disubstitusi karena tersedia, misalnya produksi singkong, tembakau virginia, jagung, susu, dan biji kakao," katanya/

"APEKSI harus bisa melihat dengan jeli potensi bahan baku di dalam negeri untuk dapat menjadi bahan substitusi pengganti. Apabila tersedia bahan baku dari dalam negeri, maka tidak perlu dilakukan impor,” harapnya.

Selain itu, Pemprov. Jatim juga melakukan langkah penguatan perdagangan antar daerah melalui membuka 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD). Dampaknya cukup besar, neraca perdagangan dalam negeri selama lima tahun terakhir meningkat 133,55 persen. 

Dengan capaian tersebut, Jatim menguasa pasar domestik sebesar 20,7 persen. Pada Tahun 2016 neraca perdagangan mengalami surplus Rp 100, 5 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi surplus Rp 164,49 triliun.

“Di provinsi yang kami ajak kerjasama melalui KPDnya, mengalami peningkatan kesejahteraan masyarakat di proses produksi dan pasar. Hal tersebut berlangsung sangat cepat karena dampak positif adanya KPD,” tuturnya.

Kerjasama antar daerah, lanjut Pakde Karwo juga harus didukung dengan informasi teknologi. Saat ini, Jatim memiliki Jatim Smart Economy. Berbagai kebutuhan dan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan bisa dimasukkan di dalam database ini. Didalamnya, masyarakat bisa mengetahui berapa besar laporan investasi secara realtime, prediksi inflasi, prognosa produksi, ketersediaan bahan baku dan pengembangan UMKM. 

“E-raw material bisa dimasukkan di dalamnya,” ujarnya sambil menambahkan juga adanya smart factory yang berisi data base perusahaan di kota yang bekerjasama dengan Jatim.

Pakde Karwo mencontohkan Jatim membutuhkan tepung singkong untuk produksi Chail Jedang di Jombang. Setidaknya membutuhkan 1 juta ton untuk produksi. Bahan baku tersebut juga bisa dikerjasamakan dengan daerah lain.

”Kerjasama Jatim dengan Kalimantan Utara adalah mengirimkan transmigran yang dibiayai APBD. Mereka tersebar di Bulungan untuk mengajarkan menanam jagung,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie memuji potensi luar biasa Pakde Karwo. Selama memimpin Jatim selama dua periode, banyak prestasi yang telah diraih. Salah satunya, perekonomian Jatim yang terus meningkat, meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan berkurangnya angka pengangguran.

“Pakde Karwo merupakan pemimpin yang selalu memiliki inovasi untuk memajukan wilayahnya,” jelasnya.

Dengan didukung dengan kekayaan alam yang besar, dan memiliki wilayah yang strategis, Jatim bisa cepat berkembang. Potensi tersebut akan menjadi sia-sia apabila tidak didukung dengan adanya pemimpin yang berkompeten. “Pakde Karwo dsn Jatim luar biasa,” pujinya. (ian/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...