Minggu, 24 Maret 2019 23:01

​JarmuNU Kecam Spanduk Liar Hasut Warga dan Plintir Fatwa Fardlu A’in

Minggu, 10 Juni 2018 23:00 WIB
Editor: MMA
Wartawan: -
​JarmuNU Kecam Spanduk Liar Hasut Warga dan Plintir Fatwa Fardlu A’in
Inilah salah satu spanduk liar dan provokatif yang kemudian diturunkan oleh warga. foto: istimewa/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Koordinator Jaringan Muda NU (JarmuNU) Jawa Timur Fairouz Huda mengecam keras perilaku tak terpuji oknum yang memelintir fatwa fardlu ‘ain yang dilahirkan 400 kiai, habaib, masyayikh di Pacet Mojokerto. Fatwa fardlu ‘ain memilih Khofifah sebagai gubernur Jawa Timur itu diplintir lewat spanduk yang dipasang di beberapa tempat.

”Itu tindakan menghasut, provokatif dan menghalalkan segala cara. Dan itu tak sesuai kultur masyarakat Jawa Timur, khususnya NU,” kata Fairouz Huda, Ahad (10/6/2018).

Sejak fatwa fardlu ‘ain memilih Khofifah mencuat ke permukaan dan mendapat respon luas dari masyarakat, tiba-tiba muncul spanduk di beberapa tempat. Bunyi spanduk itu sangat provokatif berbunyi: Fatwa untuk Rakyat Jatim. Tidak Memilih Khofifah-Emil Khianati Allah SWT & Rasul-Nya. Hasil Pertemuan Pacet, 3 Juni 2018.

Pada spanduk itu selain dipasang foto cagub-cawagub Khofifah-Emil juga foto Dr KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

”Itu sangat tak etis. Ini kan sama dengan mengorbankan kiai,” kata mantan Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur yang kini calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Timur.

”Apa salahnya 400 kiai itu melahirkan seruan fatwa. Kan semua bebas berpendapat dan berargumentasi. Kalau mereka gak sepakat kan tinggal tak mengikuti,” kata Fairouz.

Fairouz justru menilai selama ini Khofifah selalu jadi korban kampanye hitam dan negatif. Ia menunjukkan rekaman video mirip qasidah tapi isinya menjelek-jelekkan Khofifah. ”Secara terang-terangan isi nyanyiannya menuduh Khofifah ambisi. Itu kan cara-cara tak berakhlaqul karimah,” katanya.

Tapi, tutur Fairouz, Khofifah sabar dan tak bereaksi. Apalagi sampai pasang spanduk.

”Juga ada klaim kiai yang dukung paslon pihak sana adalah ulama muktabarah dan jumhur ulama. Itu berarti ulama yang tak dukung sana dianggap tak muktabarah. Tapi para kiai pendukung Bu Khofifah tak bereaksi. Tapi kenapa giliran 400 kiai pendukung Khofifah melahirkan seruan fatwa fardlu ‘ain memilih Khofifah malah ada yang kebakaran jenggot. Padahal masyarakat di bawah justru menerima,” katanya.

Sementara Kiai Saifuddin Chalim mengaku tak terpengaruh dengan spanduk-spanduk liar itu. ”Ya gak papa. Kita berdoa saja semoga perbuatan jelek yang ditujukan kepada Bu Khofifah dan kita oleh Allah SWT dikembalikan kepada yang berbuat,” kata Kiai Asep yang Ketua Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Musytasyar PCNU Surabaya itu.

Bahkan Kiai Asep mengaku terus menyosialisasikan fatwa fardlu ain itu kepada masyarakat luas. ”Tadi malam dalam acara istighotsah akbar di Ponorogo sebanyak 2.500 orang kiai dan muslimat NU malah dengan senang hati menerima dan menyebarkan kopi seruan fatwa itu,” katanya. (tim)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...