Selasa, 23 Oktober 2018 00:38

​Ribuan Kiai dan Muslimat NU Ponorogo Istighatsah, Kiai Jakfar Testimoni Khofifah

Minggu, 10 Juni 2018 13:49 WIB
Editor: MMA
Wartawan: Tim
​Ribuan Kiai dan Muslimat NU Ponorogo Istighatsah, Kiai Jakfar Testimoni Khofifah
Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersama para kiai di panggung saat memimpin Istighatsah akbar di Gedung Kesenian Reog Ponorogo, Sabtu malam (9/6/2018). Foto: MMA/bangsaonline.com

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kota reog Ponorogo tampaknya menjadi salah satu lumbung suara calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Antusiasme masyarakat kota sate ayam dan pecel itu terhadap Khofifah-Emil sangat besar. Ini terlihat dari kehadiran para kiai dan Muslimat NU pada acara Istighatsah Akbar Kemenangan Khofifah-Emil yang digelar di Gedung Kesenian Reog Ponorogo Sabtu malam (9/6/2018).

Mereka dengan penuh suka cita berduyun-duyun mendatangi gedung berkapasitas 3000 orang itu. Pantauan bangsaonline.com, hingga pukul 21.30 WIB massa masih berdatangan. Padahal acara yang menghadirkan Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu dimulai pukul 20.00 WIB.

Acara istighatsah dipimpin langsung Kiai Asep Saifuddin Chalim. Ribuan massa itu khusuk mengikuti dzikir, salawat dan doa yang dipandu Kiai Asep.

”Kita berdoa agar Bu Khofifah menang mutlak dan dijaga kecerdasannya. Tren kemenangan Bu Khofifah sudah jelas. Semua lembaga survei menyatakan bahwa Bu Khofifah dan Mas Emil unggul. Bahkan hasil survey CSIS menyebut Bu Khofifah menang 16 persen,” kata Kiai Asep. Karena itu Kiai Asep minta suara Khofifah-Emil terus dikawal agar tak dicurangi lawan.

Usai Kiai Asep memimpin istighatsah, para kiai secara berturut-turut memimpin doa kemenangan Khofifah-Emil. Yang menarik, ketika giliran Kiai Jakfar, kiai kharismatik Ponorogo. Kiai yang berpenampilan khas busana Ponorogo yaitu pakai blangkon berekor dengan setelan baju hitam, namun dikombinasi dengan surban putih itu memberikan testimoni yang membuat ribuan massa tertawa.

”Saya dulu, dalam dua kali pilgub, tak pernah memilih Bu Khofifah. Saya selalu memilih Pak Karwo. Tapi pada pilgub kali ini istri saya minta memilih Bu Khofifah. Saya (awalnya) langsung menolak. Tapi istri saya merayu terus. Dia bilang kasihan bu Khofifah. Kan Bu Khofifah perempuan. Akhirnya saya cari foto-foto bu Khofifah. Ternyata saya lihat ini orang baik. Bu Khofifah ini pemimpin yang selama menjabat menteri mulai presiden yang dulu (Gus Dur) tak pernah cacat. Tak pernah terdengar korupsi. Bu Khofifah tak pernah terlibat masalah yang negatif. Bu Khofifah juga pemimpin berprestasi dalam menjalankan tugas,” katanya.

Kiai Jakfar akhirnya memutuskan mendukung Khofifah. ”Akhirnya saya putuskan mendukung Bu Khofifah. Bahkan setiap saya memberikan tausiyah di masyarakat saya selalu minta agar masyarakat mendukung dan memilih Bu Khofifah,” kata Kiai Jakfar yang disambut tepuk tangan ribuan massa yang hadir.

Karena itu Kiai Jakfar minta agar para ibu-ibu mencontoh istrinya, yaitu terus memberikan penjelasan kepada para kiai dan suaminya tentang prestasi dan kejujuran Khofifah. Ribuan massa yang mendengarkan secara khidmat itu langsung koor mengiyakan.

Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) ke-4 H Abdul Muchit, SH, dalam sambutannya juga mengaku pada pilgub sebelumnya juga mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf.

”Tapi sekarang saya mendukung penuh Bu Khofifah karena saya tahu prestasi dan kemampuan serta kejujuran dari masing-masing paslon,” kata Abdul Muchit yang kini Wakil Ketua Pagar Nusa Jawa Timur.

Menurut Abdul Muchit, Khofifah didukung 3 Presiden, yaitu Gus Dur, SBY dan Jokowi. ”Paslon satunya cuma didukung 1 presiden,” katanya. Menurut dia, berbeda dengan yang lain Khofifah tak pernah cacat dengan Gus Dur. Bahkan Gus Dur menyebut Khofifah sebagai srikandi. (tim)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...