Kamis, 24 Januari 2019 08:25

​Ribuan Kiai dan Muslimat NU Ponorogo Istighatsah, Kiai Jakfar Testimoni Khofifah

Minggu, 10 Juni 2018 13:49 WIB
Editor: MMA
Wartawan: Tim
​Ribuan Kiai dan Muslimat NU Ponorogo Istighatsah, Kiai Jakfar Testimoni Khofifah
Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersama para kiai di panggung saat memimpin Istighatsah akbar di Gedung Kesenian Reog Ponorogo, Sabtu malam (9/6/2018). Foto: MMA/bangsaonline.com

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kota reog Ponorogo tampaknya menjadi salah satu lumbung suara calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Antusiasme masyarakat kota sate ayam dan pecel itu terhadap Khofifah-Emil sangat besar. Ini terlihat dari kehadiran para kiai dan Muslimat NU pada acara Istighatsah Akbar Kemenangan Khofifah-Emil yang digelar di Gedung Kesenian Reog Ponorogo Sabtu malam (9/6/2018).

Mereka dengan penuh suka cita berduyun-duyun mendatangi gedung berkapasitas 3000 orang itu. Pantauan bangsaonline.com, hingga pukul 21.30 WIB massa masih berdatangan. Padahal acara yang menghadirkan Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu dimulai pukul 20.00 WIB.

Acara istighatsah dipimpin langsung Kiai Asep Saifuddin Chalim. Ribuan massa itu khusuk mengikuti dzikir, salawat dan doa yang dipandu Kiai Asep.

”Kita berdoa agar Bu Khofifah menang mutlak dan dijaga kecerdasannya. Tren kemenangan Bu Khofifah sudah jelas. Semua lembaga survei menyatakan bahwa Bu Khofifah dan Mas Emil unggul. Bahkan hasil survey CSIS menyebut Bu Khofifah menang 16 persen,” kata Kiai Asep. Karena itu Kiai Asep minta suara Khofifah-Emil terus dikawal agar tak dicurangi lawan.

Usai Kiai Asep memimpin istighatsah, para kiai secara berturut-turut memimpin doa kemenangan Khofifah-Emil. Yang menarik, ketika giliran Kiai Jakfar, kiai kharismatik Ponorogo. Kiai yang berpenampilan khas busana Ponorogo yaitu pakai blangkon berekor dengan setelan baju hitam, namun dikombinasi dengan surban putih itu memberikan testimoni yang membuat ribuan massa tertawa.

”Saya dulu, dalam dua kali pilgub, tak pernah memilih Bu Khofifah. Saya selalu memilih Pak Karwo. Tapi pada pilgub kali ini istri saya minta memilih Bu Khofifah. Saya (awalnya) langsung menolak. Tapi istri saya merayu terus. Dia bilang kasihan bu Khofifah. Kan Bu Khofifah perempuan. Akhirnya saya cari foto-foto bu Khofifah. Ternyata saya lihat ini orang baik. Bu Khofifah ini pemimpin yang selama menjabat menteri mulai presiden yang dulu (Gus Dur) tak pernah cacat. Tak pernah terdengar korupsi. Bu Khofifah tak pernah terlibat masalah yang negatif. Bu Khofifah juga pemimpin berprestasi dalam menjalankan tugas,” katanya.

Kiai Jakfar akhirnya memutuskan mendukung Khofifah. ”Akhirnya saya putuskan mendukung Bu Khofifah. Bahkan setiap saya memberikan tausiyah di masyarakat saya selalu minta agar masyarakat mendukung dan memilih Bu Khofifah,” kata Kiai Jakfar yang disambut tepuk tangan ribuan massa yang hadir.

Karena itu Kiai Jakfar minta agar para ibu-ibu mencontoh istrinya, yaitu terus memberikan penjelasan kepada para kiai dan suaminya tentang prestasi dan kejujuran Khofifah. Ribuan massa yang mendengarkan secara khidmat itu langsung koor mengiyakan.

Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) ke-4 H Abdul Muchit, SH, dalam sambutannya juga mengaku pada pilgub sebelumnya juga mendukung Soekarwo-Saifullah Yusuf.

”Tapi sekarang saya mendukung penuh Bu Khofifah karena saya tahu prestasi dan kemampuan serta kejujuran dari masing-masing paslon,” kata Abdul Muchit yang kini Wakil Ketua Pagar Nusa Jawa Timur.

Menurut Abdul Muchit, Khofifah didukung 3 Presiden, yaitu Gus Dur, SBY dan Jokowi. ”Paslon satunya cuma didukung 1 presiden,” katanya. Menurut dia, berbeda dengan yang lain Khofifah tak pernah cacat dengan Gus Dur. Bahkan Gus Dur menyebut Khofifah sebagai srikandi. (tim)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...