Rabu, 22 Agustus 2018 12:07

​Bulan Ramadan Diperjuangkan Jadi 30 Hari Hijab Dunia

Selasa, 05 Juni 2018 23:01 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Bulan Ramadan Diperjuangkan Jadi 30 Hari Hijab Dunia
Tak semua mereka muslimah. foto: istimewa

LONDON, BANGSAONLINE.com – Bulan Ramadan ditetapkan sebagai 30 hari hijab dunia. Di mana, perempuan, tanpa melihat agama, mengenakan hijab selama satu bulan penuh.

Inisiatif ini dibuat oleh organisasi World Hijab Day untuk mendorong perempuan non-Muslim mengenakan jilbab dan puasa untuk Bulan Suci Ramadan. Nazna Khan, sang pendiri, mengatakan kepada Aljazeera: “Acara ini digelar bagi mereka yang ingin mengalami hijab selama lebih dari satu hari untuk lebih memahami apa yang wanita Muslim alami setiap hari.”

Ide ini disebar promosi lewat medsos. Dan tanggapan pun mulai mengalir. Grace Lloyd yang berusia sebelas tahun memilih untuk mengenakan jilbab hitam ke sekolahnya di Doha. Lloyd, yang bukan seorang Muslim, mengatakan dia “merasa sangat kuat” , dan berencana memakainya sepanjang bulan.

Ibunya, Ellie menambahkan bahwa dia akan mengganti pakaian anaknya agar sesuai dengan kesopanan yang dibutuhkan jilbab.

"Selama 10 tahun terakhir, #hijab telah memberi saya kepercayaan diri dan kekuatan batin. Itu mengingatkan saya akan tanggung jawab saya tidak hanya untuk diri saya dan hidup saya, tetapi juga untuk citra seorang wanita #Muslim di Rusia." kata Anna dari Rusia # WorldHijabDay

“Saya seorang Wanita Kristen yang mengambil Tantangan Hijab Ramadhan 30 hari untuk mendukung Organisasi Hari Hijab Dunia. Organisasi World Hijab Day adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk kebaikan,” tulis lainnya. “Tujuannya adalah untuk membantu memerangi Islamaphobia di seluruh dunia dan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih menerima dan damai untuk ditinggali.”

"Ramadhan adalah bulan yang penting dalam kalender Islam, jadi ini adalah waktu yang lebih baik untuk menunjukkan dukungan saya kepada para saudari hijabi saya di seluruh dunia. Sebagai seorang Kristen, saya merasa penting bagi semua agama untuk saling mendukung dalam keyakinan dan perjalanan spiritual mereka tanpa prasangka," tulis lainnya.

"Saya seorang mahasiswa kedokteran. Saya telah mengenakan #hijab selama sekitar 4 tahun dan setengahnya sekarang. Ini adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat!" ????-Alugya, Amerika Sudan #WorldHijabDay

"Saya akan mengenakan jilbab saya setiap hari melalui Ramadan dengan bangga, mengetahui bahwa saya menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak harus dipisahkan oleh iman dan bahwa untuk mengalami bagian dari iman orang lain memberi kita pemahaman yang lebih baik dan menghormati orang lain juga. sebagai kesempatan untuk belajar sendiri bagaimana rasanya 'berjalan di sepatu orang lain'."

"Ada keindahan seperti itu datang bersama sebagai komunitas orang percaya untuk berpuasa yang tidak dapat digambarkan kecuali Anda berpartisipasi."

Sumber: www.indy100.com
Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...