Jumat, 24 Mei 2019 05:06

​Bupati Tuban Soroti Kinerja Pelayanan Disdukcapil dan RSUD

Rabu, 23 Mei 2018 20:50 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Istihar
​Bupati Tuban Soroti Kinerja Pelayanan Disdukcapil dan RSUD
Bupati Tuban H Fathul Huda.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban H Fathul Huda menyoroti kinerja Disdukcapil ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat saat mengurus dokumen-dokumen. Sebab, pihaknya kerap sekali mendapat aduan dan keluhan dari masyarakat terkait antrean pelayanan.

"Terkait masalah ini harus mempunyai inovasi atas terobosan atas pelayanan dasar kepada warga," ujar Fathul Huda, Rabu (23/5).

Ia mengakui pelayanan publik kependudukan masih semrawut, dibuktikan dengan seringnya aduan dari warga.

"Saya perintahkan ke OPD meliputi (Dinas, Badan, Kantor bagian dan Kecamatan), bagaimana masyarakat terlayani dengan baik, dari jauh menjadi dekat," ungkapnya.

Fathul Huda mencontohkan, di bidang kependudukan hampir setiap hari Kadisdukcapil Tuban menandatangani sekitar 350-400 lembar penerbitan KK, KTP, Akte dan lainnya.

"Oleh sebab itu, dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, sebaiknya banyak progam-progam inovasi dan terobosan yang dilaporkan Disdukcapil kepada pimpinan. Jadi dalam pengajuan kepengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, Akte harus selesai di tingkat desa melalui aplikasi berbasis SiAK sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh untuk antre ke kantor Disdukcapil Tuban,'' imbuhnya.

Sementara itu, dari 328 desa dan kelurahan 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, baru ada 17 desa dari 7 kecamatan yang sudah melaksanakan pelayanan dasar kependudukan untuk masyarakat tersebut.

Selain pelayanan Disdukcapil, bupati juga menyoroti pelayanan kesehatan dalam hal ini RSUD Koesma. Bupati prihatin atas warganya yang sering antre untuk pengambilan nomor kamar rumah sakit.

"Kita berharap dukungan kades-kades sosialisasikan ke warganya. Bahwa, daerah mempunyai progam Inovasi dan terobosan berupa aplikasi Simpolin Ceria. Yakni, pelayanan berbasis online agar dapat mengurai antrean. Selain itu, pemdes juga sosialisasikan bagi warga tidak mampu untuk mengurus BPJS kesehatan yang dibiayai oleh daerah," tutupnya. (ahm/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...