Minggu, 19 Agustus 2018 12:32

​PBNU: Pelaku Teror Surabaya Bukan Islam

Senin, 14 Mei 2018 23:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
​PBNU: Pelaku Teror Surabaya Bukan Islam
Sekretaris Jenderal PBNU, Helmi Faishal Zaini, saat mendatangi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel Surabaya, Senin (14/5).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tak hanya mengeluarkan statement keprihatinan dari Jakarta, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut hadir ke lokasi kejadian korban pengeboman oleh terduga teroris di Surabaya. Sekretaris Jenderal PBNU, Helmi Faishal Zaini, mendatangi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel Surabaya, Senin (14/5).

Helmi didampingi Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Rudi Tri Wahid, Ketua PC GP Ansor Surabaya Farid Afif, serta beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur. Kabid Agama, Pendidikan dan Dakwah FKPT Jawa Timur M Subhan turut dalam rombongan tersebut. 

Sekitar pukul 14.00 WIB rombongan tiba di lokasi, disambut para jemaat gereja SMTB. Setelah melihat-lihat lokasi korban ledakan dan berdialog dengan beberapa aktivis gereja, wajah Helmi tampak trenyuh.

Di depan beberapa awak media, Helmi mengajak seluruh warga masyarakat untuk merapatkan barisan memerangi terorisme di negara ini. 

“Jangan terprovokasi ulah mereka yang ingin mengadu domba antarumat beragama,” kata Helmi, yang diiyakan Kiai Mutawakkil dan Muhibbin Zuhri. Tak lupa ia juga meminta agar aparat keamanan tetap waspada menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Tentang perbuatan mereka yang sangat keji di luar nalar sehat, tokoh muda asal Cirebon itu menilai telah menyimpang dari ajaran Islam. 

“Mereka itu sama sekali bukan Islam. Saya yakin seyakin-yakinnya,” tegas Helmi. 

Ajaran Islam, menurut alumnus Universitas Darul Ulum Jombang itu, tidak mengajarkan kekejian seperti itu. Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian dan kasih sayang sesama umat manusia. Bahkan dalam perang sekalipun tetap ada aturan yang harus diterapkan.

Kepada masyarakat, lebih khusus kepada warga NU, Helmi mengajak untuk untuk membantu aparat keamanan dengan membentuk pos-pos pengamanan dan kemanusiaan. Kalau menemukan hal-hal yang mencurigakan hendaknya segera dilaporkan kepada pihak keamanan terdekat.

“Kita tidak boleh kalah oleh teroris. PBNU mendukung aparat keamanan untuk bertindak dengan tegas dan usut pelakunya hingga tuntas,” tambah anggota DPR dari FKB itu. 

Tak lupa ia juga berharap agar RUU antiterorisme dapat segera disahkan, agar aparat keamanan punya pegangan yang kuat dalam bertindak. Tidak ragu-ragu karena dituduh melanggar HAM.

Lebih lanjut, orang dekat Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj itu mengingatkan, dari serentetan peristiwa pengeboman itu menunjukkan orang yang memahami Islam secara salah dapat menimbulkan bahaya di tengah masyarakat. Sudah saatnya masyarakat kembali pada Islam yang toleran, damai dan ramah. 

“Islam yang dalam dakwahnya merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, yaitu Islam yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama,” pungkas Helmi. (ian/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...