Rabu, 24 Juli 2019 08:21

​Manfaatkan Dana CSR, Pemuda di Gayam Bojonegoro Budidaya Jamur Tiram

Senin, 07 Mei 2018 01:56 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Suwandi
​Manfaatkan Dana CSR, Pemuda di Gayam Bojonegoro Budidaya Jamur Tiram
Para pemuda Gayam Bojonegoro saat foto bersama.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Hanya tiga kata yang ada dibenak Muhamad Zaenal Arifin yakni 'Semangat, Optimis, dan Bergerak'.

Begitulah semboyan yang selalu dipegang pria 26 tahun warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu dirinya juga terus menyemangati pemuda-pemuda di desanya untuk selalu produktif dan berusaha.

“Saya yakin, dengan optimisme ini kami bisa maju,” ucapnya saat ditemui di kumbung jamur Desa Begadon, Minggu (6/5).

Pemuda yang juga sebagai Ketua Karang Taruna itu bertekad untuk terus menjadi penyemangat bagi para pemuda di desanya. Sebagai wujud nyata, dia bersama 20 pemuda di desanya itu membuat usaha jamur tiram.

Mulai budidaya hingga pengolahan jamur dilakukan para pemuda sendiri. Berkat tekad kuat dan kerja keras, mereka mendapat simpati dan dukungan dari berbagai kalangan. 

“Mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga perusahaan yang ada di sini mendukung kami,” katanya.

Saat ini para pemuda anggota Karang Taruna “Arga Satu” Desa Begadon mengelola kumbung jamur tiram di rumah seorang anggotanya. Setidaknya 2.500 backlog jamur mereka rawat. 

“Setiap hari jika bagus kami bisa menghasilkan 5 hingga 7 kg jamur,” imbuhnya.

Awalnya para pemuda tidak pernah berpikir mengelola jamur. Namun berbekal pelatihan yang diadakan operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), mereka nekad memulai dengan modal patungan.

“Dulu kami bekerja di proyek, tapi proyek sudah selesai, kami membuat usaha ini,” tuturnya mengisahkan.

Bagi dia, pelatihan yang diberikan Exxon Mobil merupakan bentuk perhatian perusahaan tersebut kepada warga sekitar. Desa Begadon merupakan salah satu desa yang ditempati Lapangan Migas Banyu Urip. 

“Exxon Mobil juga membantu peralatan kepada kami,” lanjut Arifin.

Eko Wahyudi, 21 tahun, didapuk pemuda setempat untuk memimpin usaha jamur tiram. Menurut Arifin, Eko paling bersemangat dan punya jiwa kepemimpinan dalam menjalankan tugas usaha ini. 

“Prinsip kami dalam berusaha adalah tanggung jawab. Kami tidak berambisi pada hasil, kami menjalankan sesuai target dan melebihinya,” ucap Eko optimis.

Eko mengatakan, Exxon Mobil sudah dua kali memberikan bantuan kepada para pemuda. Pertama, pada Juli tahun lalu, Exxon Mobil memberi alat pengolahan jamur.

“Produk jamur olahan jamur krispi lebih menguntungkan dibanding menjualnya mentahnya saja,” ucap Eko.

Bantuan kedua diberikan Exxon Mobil Maret lalu. Kali ini pemuda mendapat 21 peralatan alat pembuatan backlog jamur berupa kompor berseta tabung gas dan drum untuk merebus bahan baku. 

“Awalnya kami membeli backlog, lalu hasilnya kami olah. Setelah itu kami belajar membuat backlog dan itu mendapat respon positif dari EMCL,” papar Eko.

Saat ini para pemuda sudah memasarkan jamur krispi ke sekitar Kecamatan Gayam. Sebagian ada yang dibeli mentahnya oleh warga sekitar. Setelah mampu memproduksi backlog, pemuda juga melayani pemesanan backlog. 

“Kami sanggup membuat seribu backlog pesanan, terangnya.

Eko bersama para pemuda mengaku masih berusaha untuk mengembangkan pemasaran. Selain sering memenuhi pesanan dari ExxonMobil, dia juga terus memasarkannya secara online. 

“Kami belajar pemasaran secara otodidak," terang Eko.

Ke depan, kata Eko, dia akan menunjuk bagian khusus pemasaran dan tim IT agar penjualan onlinenya terus meningkat. Dia berharap, semangat dan kerja keras para pemuda terus mendapat dukungan semua pihak.

Kepala Desa Begadon Pardi menyambut antusias para pemuda. Menurutnya, Pemerintah Desa akan terus membantu Karang Taruna meski hanya berbentuk promosi. 

“Jika ada yang menanyakan oleh-oleh dari Begadon, tentu dengan yakin dan pasti kami sebut jamur krispi,” ucapnya mantap.

Pardi yakin, jika pemuda terus berkarya dengan potensi yang ada, mereka akan terus maju. Selain itu, dengan adanya kegiatan positif ini, tingkat kenakalan remaja di desanya hampir tidak terjad. 

“Pemuda punya kegiatan, punya usaha, jadi mereka sibu dengan hal-hal yang positif dan produktif. Tidak ada berita tentang miras dan narkoba yang melibatkan pemuda desa kami," terangnya. (wan/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...