Minggu, 26 Mei 2019 15:14

​Gadis 14 Tahun di Jombang Digilir 8 Remaja Bergantian saat Pesta Miras

Kamis, 26 April 2018 15:16 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Rony Suhartomo
​Gadis 14 Tahun di Jombang Digilir 8 Remaja Bergantian saat Pesta Miras
Dari delapan tersangka, lima telah diamankan di Mapolres Jombang. foto: Rony Suhartomo/ bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Seorang gadis berinisial NN (14), warga Kecamatan Ngoro, Jombang dipaksa melayani nafsu bejat delapan remaja. Aksi itu dilakukan para pelaku saat sedang menggelar pesta miras (minuman keras) di area persawahan Desa Badang, Kecamatan Ngoro.

"Dari delapan pelaku, sudah kita bekuk lima remaja. Saat ini mereka menjalani pemeriksaan di unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak)," ujar Kapolres Jombang Fadli Widiyanto, Kamis (26/4).

Lima pelaku yang sudah tertangkap masing-masing OYV (17), warga Desa Kertorejo, Ngooro; SHM (15), pelajar asal Desa Badang, Ngoro; MZA (16), pelajar asal Desa Badang; MFH (18), warga Desa Genukwatu, Ngoro; serta RR (15), warga Desa Badang, Ngoro.

Fadli menjelaskan, persetubuhan anak di bawah umur itu terjadi pada Sabtu (21/4) malam. Awalnya, para pelaku sepakat menggelar pesta miras untuk merayakan ultah salah satu dari mereka. Dari situ, mereka juga merancang untuk mengajak dua perempuan. Yakni, korban dan temannya.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.30 WIB, korban dijemput oleh RR dan teman perempuannya. Mereka menuju balai desa Badang, yang notabene tempat mereka berkumpul dengan teman lainnya. Dari balai desa, delapan remaja dan dua perempuan itu bergerak menuju area persawahan.

Ketika sampai lokasi para pelaku melakukan pesta miras. Korban yang berada di lokasi juga dipaksa menenggak miras tersebut. Di tengah acara, salah satu bernama MZA mengajak korban melakukan hubungan intim. Awalnya, korban menolak. Namun MZA terus memaksa.

Bahkan pelaku membawa korban menjauh sekitar 6 meter dari lokasi pesta miras. Nah, di persawahan itulah dia menyetubuhi korban. Setelah itu, NN disetubuhi secara bergantian pelaku lainnya. Ketika menyetubuhi korban, mereka bergantian memegangi korban agar tidak meronta. Ada juga yang sekadar meraba-raba area sensitif korban.

"Kasus ini terkuak setelah korban menceritakan petaka yang dialaminya ke ibunya. Selanjutnya, sang ibu melaporkan kasus ini ke polisi. Kami sudah menangkap lima pelaku," pungkas kapolres.(ony/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...