Minggu, 21 Oktober 2018 14:07

​Begini Cara Pengrajin Gamelan Jombang Bertahan di Zaman Now

Sabtu, 14 April 2018 13:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
​Begini Cara Pengrajin Gamelan Jombang Bertahan di Zaman Now
Sumadi dan para pekerjanya sedang membuat gamelan pesanan. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kemajuan teknologi nyatanya tak menggerus kerajinan gamelan di Jombang. Meski menggunakan bahan baku pelat besi yang tergolong murah, perajin yang satu ini pun masih bisa bertahan.

Sumadi (43), warga Dusun/Desa Jenis Gelaran, Bareng, Jombang sejak delapan tahun terakhir. Di tempat ini, Sumadi dan tiga pekerjanya sibuk membentuk pelat besi menjadi beragam alat musik gamelan.

Dengan telaten, para pria ini menempa pelat besi hingga menjadi alat musik yang menghasilkan suara khas, mulai dari bonang, kenong, gambang, gong, baron, saron hingga kendang.

Sumadi mengaku mulai menekuni kerajinan gamelan sejak tahun 2010 silam. Ia mendapatkan ilmu membuat alat musik tradisional ini saat bekerja di Solo, Jawa Tengah.

"Keinginan saya saat itu harus ada orang yang bisa membuat gamelan di kampung ini," katanya kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (14/4).

Seiring berjalannya waktu, kini gamelan buatan Sumadi banyak diminati pemusik tradisional. Pesanan pun berdatangan, mulai dari Mojokerto, Jombang, hingga Bandung, Jawa Barat. 

"Ini saya mengerjakan pesanan dari Bandung," ujarnya.

Untuk membuat satu set gamelan, Sumadi mengaku membutuhkan waktu dua bulan. Itu tak lepas dari cara pembuatan yang masih serba manual. Agar harganya lebih terjangkau, Sumadi memilih menggunakan pelat besi yang didapat dari pasar loakan. 

"Harga gamelan satu set Rp 20 juta. Kalau menggunakan bahan kuningan Rp 25 juta," terangnya.

Kendati begitu, kualitas gamelan buatan Sumadi tak kalah dengan gamelan lainnya. Terbukti, pesanan tetap mengalir kepadanya.

Sumadi berharap, ke depan mendapatkan kemudahan akses modal untuk membuat gamelan dengan kualitas lebih bagus. Seperti gamelan Gongso dari Solo yang menggunakan bahan tembaga dan timah.

"Keinginan saya membuat gamelan yang kelasnya lebih bagus, seperti gamelan Gongso. Hanya saja saat ini terkendala dana," tutupnya. (ony/ian)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...