Kamis, 24 Januari 2019 10:42

​Begini Cara Pengrajin Gamelan Jombang Bertahan di Zaman Now

Sabtu, 14 April 2018 13:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
​Begini Cara Pengrajin Gamelan Jombang Bertahan di Zaman Now
Sumadi dan para pekerjanya sedang membuat gamelan pesanan. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kemajuan teknologi nyatanya tak menggerus kerajinan gamelan di Jombang. Meski menggunakan bahan baku pelat besi yang tergolong murah, perajin yang satu ini pun masih bisa bertahan.

Sumadi (43), warga Dusun/Desa Jenis Gelaran, Bareng, Jombang sejak delapan tahun terakhir. Di tempat ini, Sumadi dan tiga pekerjanya sibuk membentuk pelat besi menjadi beragam alat musik gamelan.

Dengan telaten, para pria ini menempa pelat besi hingga menjadi alat musik yang menghasilkan suara khas, mulai dari bonang, kenong, gambang, gong, baron, saron hingga kendang.

Sumadi mengaku mulai menekuni kerajinan gamelan sejak tahun 2010 silam. Ia mendapatkan ilmu membuat alat musik tradisional ini saat bekerja di Solo, Jawa Tengah.

"Keinginan saya saat itu harus ada orang yang bisa membuat gamelan di kampung ini," katanya kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (14/4).

Seiring berjalannya waktu, kini gamelan buatan Sumadi banyak diminati pemusik tradisional. Pesanan pun berdatangan, mulai dari Mojokerto, Jombang, hingga Bandung, Jawa Barat. 

"Ini saya mengerjakan pesanan dari Bandung," ujarnya.

Untuk membuat satu set gamelan, Sumadi mengaku membutuhkan waktu dua bulan. Itu tak lepas dari cara pembuatan yang masih serba manual. Agar harganya lebih terjangkau, Sumadi memilih menggunakan pelat besi yang didapat dari pasar loakan. 

"Harga gamelan satu set Rp 20 juta. Kalau menggunakan bahan kuningan Rp 25 juta," terangnya.

Kendati begitu, kualitas gamelan buatan Sumadi tak kalah dengan gamelan lainnya. Terbukti, pesanan tetap mengalir kepadanya.

Sumadi berharap, ke depan mendapatkan kemudahan akses modal untuk membuat gamelan dengan kualitas lebih bagus. Seperti gamelan Gongso dari Solo yang menggunakan bahan tembaga dan timah.

"Keinginan saya membuat gamelan yang kelasnya lebih bagus, seperti gamelan Gongso. Hanya saja saat ini terkendala dana," tutupnya. (ony/ian)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...