Sabtu, 21 Juli 2018 20:45

​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?

Senin, 09 April 2018 22:13 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?
Robot pemuas nafsu seks. foto: metro.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com – Bercinta dengan robot semakin ngetren. Pasalnya, organ intim robot itu dibuat sedemikian rupa, hingga bisa berdenyut. Bahkan, telah disiapkan robot yang menolak untuk ditiduri, alias harus diperkosa. Robot pun memberikan reaksi penolakan. Mulai mengatakan, No... no.. no.. hingga gerak tubuh penolakan.

“Sekarang, ngeseks semakin mudah. Ini akan merubah kemanusiaan secara global. Bahkan, sudah ada robot-robot anak untuk memuaskan phedopil. Juga yang suka memerkosa, telah tesedia robot yang enggan ditiduri. Budaya akan berubah,” kata Noel Sharkey dari Yayasan Robotika yang bertanggungjawab memperingatkan bahwa mesin-mesin itu dapat 'mengubah kemanusiaan sepenuhnya'.

Sharkey sebelumnya memperingatkan bahwa robot berukuran anak dapat digunakan oleh pedofil - dan pemerkosa dapat memanjakan fantasi kekerasan mereka pada robot yang mengatakan, 'Tidak.'

"Kami hanya mengatakan, barang-barang ini hanya mesin, dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini bisa mengubah manusia sepenuhnya. Beberapa orang menyatakan bahwa robot seks menciptakan perilaku seks terlalu mudah dan selalu tersedia," keluh Sharkey saat pemutaran film dokumenter baru dari Sex Robots and Us.

"Ini bisa membawa makna dari kehidupan kita dan mengubah kita menjadi zombie."

Tahun lalu, sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa seperempat milenium mengakui bahwa mereka akan senang memiliki hubungan seksual dengan robot. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Havas yang berbasis di Paris, 27% anak usia 18-34 tahun mengaku akan berhubungan dengan robot.

"Tidak ada pertanyaan, bahwa sexbots memang akan datang. Orang-orang akan menjalin hubungan yang kuat dengan teman-teman robot mereka," kata Dr Neil McArthur dari University of Manitoba.

"Robot-robot ini akan dibuat khusus untuk memenuhi keinginan orang dan akan melakukan hal-hal yang tidak dapat atau tidak dilakukan oleh mitra manusia. Seiring kemajuan teknologi ini, adopsi mereka akan tumbuh dan banyak orang akan datang untuk mengidentifikasi diri mereka -sebagai orang dewasa- orang-orang yang identitas seksual utamanya datang melalui penggunaan teknologi," tutupnya.

Sumber: metro.co.uk
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...