Kamis, 24 Januari 2019 10:38

​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?

Senin, 09 April 2018 22:13 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?
Robot pemuas nafsu seks. foto: metro.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com – Bercinta dengan robot semakin ngetren. Pasalnya, organ intim robot itu dibuat sedemikian rupa, hingga bisa berdenyut. Bahkan, telah disiapkan robot yang menolak untuk ditiduri, alias harus diperkosa. Robot pun memberikan reaksi penolakan. Mulai mengatakan, No... no.. no.. hingga gerak tubuh penolakan.

“Sekarang, ngeseks semakin mudah. Ini akan merubah kemanusiaan secara global. Bahkan, sudah ada robot-robot anak untuk memuaskan phedopil. Juga yang suka memerkosa, telah tesedia robot yang enggan ditiduri. Budaya akan berubah,” kata Noel Sharkey dari Yayasan Robotika yang bertanggungjawab memperingatkan bahwa mesin-mesin itu dapat 'mengubah kemanusiaan sepenuhnya'.

Sharkey sebelumnya memperingatkan bahwa robot berukuran anak dapat digunakan oleh pedofil - dan pemerkosa dapat memanjakan fantasi kekerasan mereka pada robot yang mengatakan, 'Tidak.'

"Kami hanya mengatakan, barang-barang ini hanya mesin, dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini bisa mengubah manusia sepenuhnya. Beberapa orang menyatakan bahwa robot seks menciptakan perilaku seks terlalu mudah dan selalu tersedia," keluh Sharkey saat pemutaran film dokumenter baru dari Sex Robots and Us.

"Ini bisa membawa makna dari kehidupan kita dan mengubah kita menjadi zombie."

Tahun lalu, sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa seperempat milenium mengakui bahwa mereka akan senang memiliki hubungan seksual dengan robot. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Havas yang berbasis di Paris, 27% anak usia 18-34 tahun mengaku akan berhubungan dengan robot.

"Tidak ada pertanyaan, bahwa sexbots memang akan datang. Orang-orang akan menjalin hubungan yang kuat dengan teman-teman robot mereka," kata Dr Neil McArthur dari University of Manitoba.

"Robot-robot ini akan dibuat khusus untuk memenuhi keinginan orang dan akan melakukan hal-hal yang tidak dapat atau tidak dilakukan oleh mitra manusia. Seiring kemajuan teknologi ini, adopsi mereka akan tumbuh dan banyak orang akan datang untuk mengidentifikasi diri mereka -sebagai orang dewasa- orang-orang yang identitas seksual utamanya datang melalui penggunaan teknologi," tutupnya.

Sumber: metro.co.uk
BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...