Jumat, 27 April 2018 09:40

​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?

Senin, 09 April 2018 22:13 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?
Robot pemuas nafsu seks. foto: metro.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com – Bercinta dengan robot semakin ngetren. Pasalnya, organ intim robot itu dibuat sedemikian rupa, hingga bisa berdenyut. Bahkan, telah disiapkan robot yang menolak untuk ditiduri, alias harus diperkosa. Robot pun memberikan reaksi penolakan. Mulai mengatakan, No... no.. no.. hingga gerak tubuh penolakan.

“Sekarang, ngeseks semakin mudah. Ini akan merubah kemanusiaan secara global. Bahkan, sudah ada robot-robot anak untuk memuaskan phedopil. Juga yang suka memerkosa, telah tesedia robot yang enggan ditiduri. Budaya akan berubah,” kata Noel Sharkey dari Yayasan Robotika yang bertanggungjawab memperingatkan bahwa mesin-mesin itu dapat 'mengubah kemanusiaan sepenuhnya'.

Sharkey sebelumnya memperingatkan bahwa robot berukuran anak dapat digunakan oleh pedofil - dan pemerkosa dapat memanjakan fantasi kekerasan mereka pada robot yang mengatakan, 'Tidak.'

"Kami hanya mengatakan, barang-barang ini hanya mesin, dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini bisa mengubah manusia sepenuhnya. Beberapa orang menyatakan bahwa robot seks menciptakan perilaku seks terlalu mudah dan selalu tersedia," keluh Sharkey saat pemutaran film dokumenter baru dari Sex Robots and Us.

"Ini bisa membawa makna dari kehidupan kita dan mengubah kita menjadi zombie."

Tahun lalu, sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa seperempat milenium mengakui bahwa mereka akan senang memiliki hubungan seksual dengan robot. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Havas yang berbasis di Paris, 27% anak usia 18-34 tahun mengaku akan berhubungan dengan robot.

"Tidak ada pertanyaan, bahwa sexbots memang akan datang. Orang-orang akan menjalin hubungan yang kuat dengan teman-teman robot mereka," kata Dr Neil McArthur dari University of Manitoba.

"Robot-robot ini akan dibuat khusus untuk memenuhi keinginan orang dan akan melakukan hal-hal yang tidak dapat atau tidak dilakukan oleh mitra manusia. Seiring kemajuan teknologi ini, adopsi mereka akan tumbuh dan banyak orang akan datang untuk mengidentifikasi diri mereka -sebagai orang dewasa- orang-orang yang identitas seksual utamanya datang melalui penggunaan teknologi," tutupnya.

Sumber: metro.co.uk
Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...