Minggu, 21 Oktober 2018 14:05

​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?

Senin, 09 April 2018 22:13 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Telah Hadir, Robot yang Bisa Berontak saat Diperkosa, Mau?
Robot pemuas nafsu seks. foto: metro.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com – Bercinta dengan robot semakin ngetren. Pasalnya, organ intim robot itu dibuat sedemikian rupa, hingga bisa berdenyut. Bahkan, telah disiapkan robot yang menolak untuk ditiduri, alias harus diperkosa. Robot pun memberikan reaksi penolakan. Mulai mengatakan, No... no.. no.. hingga gerak tubuh penolakan.

“Sekarang, ngeseks semakin mudah. Ini akan merubah kemanusiaan secara global. Bahkan, sudah ada robot-robot anak untuk memuaskan phedopil. Juga yang suka memerkosa, telah tesedia robot yang enggan ditiduri. Budaya akan berubah,” kata Noel Sharkey dari Yayasan Robotika yang bertanggungjawab memperingatkan bahwa mesin-mesin itu dapat 'mengubah kemanusiaan sepenuhnya'.

Sharkey sebelumnya memperingatkan bahwa robot berukuran anak dapat digunakan oleh pedofil - dan pemerkosa dapat memanjakan fantasi kekerasan mereka pada robot yang mengatakan, 'Tidak.'

"Kami hanya mengatakan, barang-barang ini hanya mesin, dan tidak benar-benar berpikir bagaimana ini bisa mengubah manusia sepenuhnya. Beberapa orang menyatakan bahwa robot seks menciptakan perilaku seks terlalu mudah dan selalu tersedia," keluh Sharkey saat pemutaran film dokumenter baru dari Sex Robots and Us.

"Ini bisa membawa makna dari kehidupan kita dan mengubah kita menjadi zombie."

Tahun lalu, sebuah penelitian ilmiah menemukan bahwa seperempat milenium mengakui bahwa mereka akan senang memiliki hubungan seksual dengan robot. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Havas yang berbasis di Paris, 27% anak usia 18-34 tahun mengaku akan berhubungan dengan robot.

"Tidak ada pertanyaan, bahwa sexbots memang akan datang. Orang-orang akan menjalin hubungan yang kuat dengan teman-teman robot mereka," kata Dr Neil McArthur dari University of Manitoba.

"Robot-robot ini akan dibuat khusus untuk memenuhi keinginan orang dan akan melakukan hal-hal yang tidak dapat atau tidak dilakukan oleh mitra manusia. Seiring kemajuan teknologi ini, adopsi mereka akan tumbuh dan banyak orang akan datang untuk mengidentifikasi diri mereka -sebagai orang dewasa- orang-orang yang identitas seksual utamanya datang melalui penggunaan teknologi," tutupnya.

Sumber: metro.co.uk
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...