Jumat, 27 April 2018 09:31

​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers

Minggu, 08 April 2018 22:38 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers
Akankah salah sasaran? foto: metro.co.uk

GAZA, BANGSAONLINE.com - Seorang wartawan Palestina ditembak mati oleh pasukan sniper Israel, meski dia mengenakan rompi pers yang terlihat jelas. Wartawan itu adalah Yaser Murtaja (30), warga Palestina ke-29 yang tewas dalam unjuk rasa selama seminggu, di Gaza.

Terlihat Murtaja terbaring terluka di atas tandu yang mengenakan rompi pelindung bertanda 'PRESS' dalam huruf kapital besar berwarna hitam. Dia ditembak di sisi perutnya dan kemudian meninggal di rumah sakit karena lukanya. Setidaknya sembilan orang Palestina tewas dan 491 lainnya terluka dalam protes perbatasan massa kedua dalam delapan hari.

Militer Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan karena menghadapi pertanyaan luas atas penembakan ini. Militer Israel mengatakan: "Pasukan Pertahanan Israel tidak sengaja menargetkan jurnalis. Keadaan di mana wartawan diduga terkena tembakan, sedang diteliti."

Israel telah menempatkan sniper untuk menghentikan upaya Palestina untuk melanggar perbatasan sebagai bagian dari protes harian yang dijuluki 'The Great March of Return'.

Fotografer freelance Ashraf Abu Amra mengatakan dia di sebelah Murtaja ketika dia ditembak. "Kami sedang syuting saat pemuda membakar ban," katanya.

"Kami berada sekitar 250 meter dari pagar. Pasukan Israel melepaskan tembakan dan cedera dimulai. Yaser dan saya berlari untuk merekam, namun tiba-tiba Yaser jatuh ke tanah."

"Aku berteriak padanya, Yaser kamu baik-baik saja?. Dia tidak merespon dan ada darah di tanah di bawahnya. Saya tahu itu adalah cedera yang buruk dan orang-orang membawanya pergi."

Murtaja telah menikah dan mempunyai seorang putra berusia dua tahun. Ratusan pelayat, banyak dari mereka wartawan, menghadiri pemakamannya pada hari Sabtu.

Tubuhnya ditutupi dengan bendera Palestina dan jaket persnya diletakkan di sampingnya di atas tandu saat dibawa melalui jalan-jalan Gaza ke rumahnya, untuk dikuburkan. "Aku membuatnya sarapan, dia makan dengan cepat, dia sedang terburu-buru untuk pergi bekerja," kata ibu Murtaja, Yusra.

"Saya pikir dia akan pulih dari cederanya, saya tidak mengharapkan kematiannya, tetapi Tuhan telah memilih dia sebagai seorang martir, terima kasih Tuhan. Sedikitnya tiga wartawan lainnya terluka pada Jumat di lokasi lain," kata pejabat Gaza. Tidak ada korban Israel dalam protes itu.

Sumber: metro.co.uk
Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...