Sabtu, 21 Juli 2018 20:29

​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers

Minggu, 08 April 2018 22:38 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers
Akankah salah sasaran? foto: metro.co.uk

GAZA, BANGSAONLINE.com - Seorang wartawan Palestina ditembak mati oleh pasukan sniper Israel, meski dia mengenakan rompi pers yang terlihat jelas. Wartawan itu adalah Yaser Murtaja (30), warga Palestina ke-29 yang tewas dalam unjuk rasa selama seminggu, di Gaza.

Terlihat Murtaja terbaring terluka di atas tandu yang mengenakan rompi pelindung bertanda 'PRESS' dalam huruf kapital besar berwarna hitam. Dia ditembak di sisi perutnya dan kemudian meninggal di rumah sakit karena lukanya. Setidaknya sembilan orang Palestina tewas dan 491 lainnya terluka dalam protes perbatasan massa kedua dalam delapan hari.

Militer Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan karena menghadapi pertanyaan luas atas penembakan ini. Militer Israel mengatakan: "Pasukan Pertahanan Israel tidak sengaja menargetkan jurnalis. Keadaan di mana wartawan diduga terkena tembakan, sedang diteliti."

Israel telah menempatkan sniper untuk menghentikan upaya Palestina untuk melanggar perbatasan sebagai bagian dari protes harian yang dijuluki 'The Great March of Return'.

Fotografer freelance Ashraf Abu Amra mengatakan dia di sebelah Murtaja ketika dia ditembak. "Kami sedang syuting saat pemuda membakar ban," katanya.

"Kami berada sekitar 250 meter dari pagar. Pasukan Israel melepaskan tembakan dan cedera dimulai. Yaser dan saya berlari untuk merekam, namun tiba-tiba Yaser jatuh ke tanah."

"Aku berteriak padanya, Yaser kamu baik-baik saja?. Dia tidak merespon dan ada darah di tanah di bawahnya. Saya tahu itu adalah cedera yang buruk dan orang-orang membawanya pergi."

Murtaja telah menikah dan mempunyai seorang putra berusia dua tahun. Ratusan pelayat, banyak dari mereka wartawan, menghadiri pemakamannya pada hari Sabtu.

Tubuhnya ditutupi dengan bendera Palestina dan jaket persnya diletakkan di sampingnya di atas tandu saat dibawa melalui jalan-jalan Gaza ke rumahnya, untuk dikuburkan. "Aku membuatnya sarapan, dia makan dengan cepat, dia sedang terburu-buru untuk pergi bekerja," kata ibu Murtaja, Yusra.

"Saya pikir dia akan pulih dari cederanya, saya tidak mengharapkan kematiannya, tetapi Tuhan telah memilih dia sebagai seorang martir, terima kasih Tuhan. Sedikitnya tiga wartawan lainnya terluka pada Jumat di lokasi lain," kata pejabat Gaza. Tidak ada korban Israel dalam protes itu.

Sumber: metro.co.uk
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...