Kamis, 24 Januari 2019 08:24

​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers

Minggu, 08 April 2018 22:38 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Sniper Israel Tembak Mati Wartawan Palestina, Meski Pakai Rompi Pers
Akankah salah sasaran? foto: metro.co.uk

GAZA, BANGSAONLINE.com - Seorang wartawan Palestina ditembak mati oleh pasukan sniper Israel, meski dia mengenakan rompi pers yang terlihat jelas. Wartawan itu adalah Yaser Murtaja (30), warga Palestina ke-29 yang tewas dalam unjuk rasa selama seminggu, di Gaza.

Terlihat Murtaja terbaring terluka di atas tandu yang mengenakan rompi pelindung bertanda 'PRESS' dalam huruf kapital besar berwarna hitam. Dia ditembak di sisi perutnya dan kemudian meninggal di rumah sakit karena lukanya. Setidaknya sembilan orang Palestina tewas dan 491 lainnya terluka dalam protes perbatasan massa kedua dalam delapan hari.

Militer Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan karena menghadapi pertanyaan luas atas penembakan ini. Militer Israel mengatakan: "Pasukan Pertahanan Israel tidak sengaja menargetkan jurnalis. Keadaan di mana wartawan diduga terkena tembakan, sedang diteliti."

Israel telah menempatkan sniper untuk menghentikan upaya Palestina untuk melanggar perbatasan sebagai bagian dari protes harian yang dijuluki 'The Great March of Return'.

Fotografer freelance Ashraf Abu Amra mengatakan dia di sebelah Murtaja ketika dia ditembak. "Kami sedang syuting saat pemuda membakar ban," katanya.

"Kami berada sekitar 250 meter dari pagar. Pasukan Israel melepaskan tembakan dan cedera dimulai. Yaser dan saya berlari untuk merekam, namun tiba-tiba Yaser jatuh ke tanah."

"Aku berteriak padanya, Yaser kamu baik-baik saja?. Dia tidak merespon dan ada darah di tanah di bawahnya. Saya tahu itu adalah cedera yang buruk dan orang-orang membawanya pergi."

Murtaja telah menikah dan mempunyai seorang putra berusia dua tahun. Ratusan pelayat, banyak dari mereka wartawan, menghadiri pemakamannya pada hari Sabtu.

Tubuhnya ditutupi dengan bendera Palestina dan jaket persnya diletakkan di sampingnya di atas tandu saat dibawa melalui jalan-jalan Gaza ke rumahnya, untuk dikuburkan. "Aku membuatnya sarapan, dia makan dengan cepat, dia sedang terburu-buru untuk pergi bekerja," kata ibu Murtaja, Yusra.

"Saya pikir dia akan pulih dari cederanya, saya tidak mengharapkan kematiannya, tetapi Tuhan telah memilih dia sebagai seorang martir, terima kasih Tuhan. Sedikitnya tiga wartawan lainnya terluka pada Jumat di lokasi lain," kata pejabat Gaza. Tidak ada korban Israel dalam protes itu.

Sumber: metro.co.uk
BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...