Sabtu, 21 Juli 2018 20:32

​Atlet Gimnastik asal Unesa Lambungkan Nama Indonesia

Selasa, 03 April 2018 23:22 WIB
Editor: choirul
​Atlet Gimnastik asal Unesa Lambungkan Nama Indonesia
Senyum kemenangan. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Tazsa Miranda Devira (20) mahasiswa Unesa jurusan Pendidika Kepelatihan Olahraga angkatan 2016 berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games Malaysia 2017.

Pada awalnya Tazsa mengaku Gymnastik bukan cabang olahraga yang dia geluti. Sejak kelas 3 SD Tazsa bergelut pada cabang olahraga renang, namun ketika mendalami renang tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dari situ orang tuanya mengenalkan pada Gymnastik, akhirnya setelah mencoba mengikuti kejuaraan memiliki hasil yang baik.

Tazsa dilahirkan di tengah keluarga yang aktif pada bisang olahraga. “Sebenarnya dari Orang Tua yang ngenalin, kebetulan Ayah aktif di Silat dan ibu dulu sempat Sepatu Roda juga,” ungkap Tazha ditemui saat latihan di Gedung Senam Nusantara Kamis 29/03/2018.

Dalam perjalanan karir Tasha sebagai atlit senam sendiri sudah menyumbangkan banyak medali baik dari kompetisi Nasional maupun Internasional, diantaranya POPNAS ( Pekan olahraga Nasional) tahun 2009 berhasil mendapat 3 emas, pada 2011 mendapat 2 emas dan 1 perak, tahun 2013 mendapat 2 emas dan 1 perunggu.

Pada PON 2012 mendapat 1 emas dan 1 perunggu dan 2016 mendapat 2 emas dan 1 perunggu, lalu pada PRAPON 2015(Pra Pekan Olimpiade Nasional) mendapat 2 emas dan 1 perak.

Dalam kejuaraan Internasional Tazha juga mendapat medali perunggu di ASEAN SCHOOL lomba antar pelajar pada tahun 2014 di Filipina dan di kejuaraan Islamic Solidarity Games (ISG) di Baku, Azerbaijan, juga mendapat 1 perunggu.

Dari semua medali yang diperolehnya, Tazsa mengaku medali perunggu dari ajang Sea Games 2017 adalah pencapaian tertingginya. “Sebenernya pencapaian tertinggi itu yang di Sea Games kemarin, sih,” jelasnya sambil tersenyum ramah.

Pada Sea Games 2017 Tazha tergabung dalam tim senam berkelompok. Bersama timnya, Tazha berhasil menyumbangkan medali perunggu.

Sebagai mahasiswa Tazsa juga mengaku harus pandai-panda membagi waktu untuk kuliah dan latihan. Untuk meningkatkan kemampuannya Tazha berlatih setiap hari senin-sabtu. Selain itu Tazha juga memiliki riwayat cidera lutut yang lumayan parah sehingga membuatnya harus meluangkan waktu untuk terapi.

“Sebenarnya cidera ini sudah dari tahun 2012. Harusnya disuruh oprasi, tapi saya nggak mau. Soalnya masa rehabilitasinya lama, sedangkan usia saya ini kan usia produktif untuk atlet. Jadi saya lebih memilih untuk terapi saja,” ungkap Tazsa.

Ditanya tentang harapan kedepannya Tazha mengaku harus lebih baik lagi dari yang sekarang dan terus semangat. Saat ini Tazha tengah disibukkan dengan latihan untuk seleksi Asian Games 2018. (*)

Sumber: *Nindi A N P
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...