Senin, 27 Mei 2019 11:07

​Khawatir Retribusi Cacat, Progam PTSL Disoal DPRD Tuban

Rabu, 14 Maret 2018 21:19 WIB
Wartawan: Ahmad Istihar
​Khawatir Retribusi Cacat, Progam PTSL Disoal DPRD Tuban
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban Agung Supriyanto.

TUBAN, BANGSAONLONE.com - Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau sebelumnya bernama Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria) yang dilaksanakan di Kabupaten Tuban oleh Badan Pertanahan Negara, disoal DPRD setempat.

Ketua Komisi A Agung Supriyanto mengungkapkan jika pelaksanaan progam PTSL di desa atau kelurahan oleh tim kelompok kerja dan BPN masih ada kesimpangsiuran, terutama dalam pengawasannya. "Memang saat ini masih debatable dan masih punya sudut pandang untuk menyikapi pelaksanaan program ini (PTSL)," katanya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Rabu (14/3).

Politikus PAN tersebut memandang dalam peraturan menteri agraria nomor 4 tahun 2015 sudah diatur mekanisme tata pelaksanaannya. Namun, dalam menerapkan dan praktek pelaksanaan di Tuban pada tahun ini, DPRD masih melihat belum adanya sinergi dari masyarakat selaku pemohon maupun dengan tim, kelompok kerja, BPN atau institusi pemerintah daerah selaku vasilitator.

"Kami monitoring di lapangan, salah satu yang menjadi problem prona adalah beban biaya yang dibebankan oleh pemohon (warga)," paparnya.

"Di lapangan sebagian besar pemahaman masyarakat pengurusan prona dianggap gratis. Anggapan ini perlu diluruskan, apabila semua persyaratan atau berkas masuk meja BPN pemohon itu gratis. Akan tetapi, melengkapi persyaratan masih menjadi kewajiban pemohon yaitu menyangkut atas haknya," paparnya.

"Hak tersebut meliputi meliputi pemasangan patok dan pengukuran untuk mengetahui lokasi tanah. Yang kedua peralihan hal untuk mengetahui asal usul tanah serta menyerahkan bukti setor Biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan atau BPHTB," jelasnya.

Sementara itu, data yang berhasil dihimpun di lapangan dalam pelaksanaan progam PTSL, bahwa untuk kepengurusan administrasi pengajuan dikenakan biaya sebesar Rp 400 ribu tanpa diberikan pengertian penjabaran alokasi biaya tersebut.

"Mau tidak mau kulo ikutkan sertifikat pak, sebab kata petugas kalau tidak lewat pendaftaran prona, ngurus surat tanah mahal," ungkap salah seorang warga desa Mulyoagung, Senin (13/3) kemarin.

Besar biaya administrasi pengajuan sertifikat tanah sebesar Rp 400 ribu terkesan serempak di berbagai wilayah kecamatan. Namun, sebagian wilayah para pemohon ada yang masih dikenakan biaya tambahan Rp 200 hingga Rp 400 ribu oleh kelompok kerja progam PTSL jika dalam pengajuan kepengurusan status tanah terdapat peralihan asal usul hak tanah seperti hibah, peralihan nama.

"Ya tidak paham pak, ada tambahan biaya untuk peralihan. Katanya biaya segitu untuk beli patok, materai, administrasi dan lain lainnya," beber pemohon asal Kecamatan Jatirogo yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan BANGSAONLINE.com masih kesulitan untuk menemui ketua pelaksana progam PTSL maupun pengawas dan vasilitator Pemerintah Kabupaten Tuban.

Sekadar diketahui, pada tahun 2018, Pemerintah Pusat menargetkan 7 juta sertifikat. Sedangkan Tuban kebagian alokasi 64 ribu bidang tanah yang diajukan oleh 33 desa atau kelurahan. (ahm/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...