Senin, 25 Juni 2018 03:22

​Masih Hidup karena Terlempar dari Jendela, Pesawat Mendarat di Lapangan Bola lalu Meledak

Senin, 12 Maret 2018 23:18 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Masih Hidup karena Terlempar dari Jendela, Pesawat Mendarat di Lapangan Bola lalu Meledak
Berkeping. foto: mirror.co.uk

KATHMANDU, BANGSAONLINE.com – Adalah Basanta Bohora, 1 dari 16 penumpang yang ditemukan hidup saat pesawat AS-Bangla Airlines yang ditumpanginya meledak sesaat setelah mendarat di lapangan sepak bola, tak jauh dari bandara Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu. 50 penumpang dikabarkan tewas.

Dia mengatakan kepada Kathmandu Post bahwa dia berhasil lolos dari jendela, namun tidak mengingat apapun yang terjadi setelah dia berhasil keluar hidup-hidup. "Tiba-tiba pesawat berguncang hebat dan terdengar ledakan keras. Saya duduk di dekat jendela dan saya bisa keluar dari jendela."

"Saya mengalami cedera pada kepala dan kaki saya, tapi saya beruntung bahwa saya selamat dari cobaan ini," katanya.

Bohora adalah satu dari 16 penumpang dalam perjalanan dari Nepal ke Kathmandu setelah menerima pelatihan di Dhaka. Saksi mata menyebutkan, pesawat penumpang meledak terbakar setelah menerjang saat mencoba mendarat di bandara Kathmandu yang menewaskan sedikitnya 50 orang dari total penumpang 71 orang.

Saksi mata mengatakan bahwa pesawat AS-Bangla Airlines melakukan "momen tak terduga" sebelum jatuh di sebelah Bandara Internasional Tribhuvan di ibu kota Nepal.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Nepal Nepal mengungkapkan bahwa pesawat mendarat di ujung yang salah dari landasan pacu tunggal bandara. Berdasarkan rekaman audio, tampak adanya kebingungan di kokpit.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada Reuters, bahwa 50 orang tewas saat pesawat tersebut membawa 67 penumpang, termasuk dua anak, dan empat awak kapal turun.

Juru bicara bandara Prem Naith Thakur mengatakan kepada The Kathmandu Post bahwa pesawat telah mendarat di landasan pacu sebelum kemudian jatuh ke lapangan sepak bola sekitar pukul 02.20 waktu setempat Senin.

Seorang saksi mengatakan kepada Times Nepal bahwa turboprop Bombardier Dash 8 datang untuk mendarat dari selatan saat membuat "tikungan kiri yang tak terduga".

Petugas paramedis setidaknya mengerahkan delapan ambulans di lokasi kejadian untuk membantu yang terluka. Sementara petugas pemadam kebakaran berjuang untuk beberapa waktu untuk memadamkan api.

Sebagai akibatnya, Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Oli yang mengunjungi lokasi kecelakaan mengatakan bahwa tragedi tersebut telah "mengejutkan" negara. Saat ini penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki oleh pemerintah Nepal.

Sumber: mirror.co.uk
Rabu, 20 Juni 2018 03:21 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*UNGKAP syukur terekspresikan penuh hikmat kebijaksanaan dalam merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H. Alhamdulillah saya diberi kemampuan oleh-Nya untuk melintas, menjelajah, menempuh kembali jalan-jalan kampung d...
Senin, 25 Juni 2018 00:29 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waqadhaynaa ilaa banii israa-iila fii alkitaabi latufsidunna fii al-ardhi marratayni walata’lunna ‘uluwwan kabiiraan (4).Pada ayat kedua diingatkan bahwa Bani Israel telah diberi anugerah al-k...
Sabtu, 23 Juni 2018 11:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 22 Juni 2018 23:07 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kampung Toronan Samalem Pamekasan adalah salah satu tempat wisata baru yang menawarkan keindahan serta kesejukan alam bebukitan. Wisata alam ini berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, M...