Sabtu, 22 September 2018 22:53

​Masih Hidup karena Terlempar dari Jendela, Pesawat Mendarat di Lapangan Bola lalu Meledak

Senin, 12 Maret 2018 23:18 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Masih Hidup karena Terlempar dari Jendela, Pesawat Mendarat di Lapangan Bola lalu Meledak
Berkeping. foto: mirror.co.uk

KATHMANDU, BANGSAONLINE.com – Adalah Basanta Bohora, 1 dari 16 penumpang yang ditemukan hidup saat pesawat AS-Bangla Airlines yang ditumpanginya meledak sesaat setelah mendarat di lapangan sepak bola, tak jauh dari bandara Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu. 50 penumpang dikabarkan tewas.

Dia mengatakan kepada Kathmandu Post bahwa dia berhasil lolos dari jendela, namun tidak mengingat apapun yang terjadi setelah dia berhasil keluar hidup-hidup. "Tiba-tiba pesawat berguncang hebat dan terdengar ledakan keras. Saya duduk di dekat jendela dan saya bisa keluar dari jendela."

"Saya mengalami cedera pada kepala dan kaki saya, tapi saya beruntung bahwa saya selamat dari cobaan ini," katanya.

Bohora adalah satu dari 16 penumpang dalam perjalanan dari Nepal ke Kathmandu setelah menerima pelatihan di Dhaka. Saksi mata menyebutkan, pesawat penumpang meledak terbakar setelah menerjang saat mencoba mendarat di bandara Kathmandu yang menewaskan sedikitnya 50 orang dari total penumpang 71 orang.

Saksi mata mengatakan bahwa pesawat AS-Bangla Airlines melakukan "momen tak terduga" sebelum jatuh di sebelah Bandara Internasional Tribhuvan di ibu kota Nepal.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Nepal Nepal mengungkapkan bahwa pesawat mendarat di ujung yang salah dari landasan pacu tunggal bandara. Berdasarkan rekaman audio, tampak adanya kebingungan di kokpit.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada Reuters, bahwa 50 orang tewas saat pesawat tersebut membawa 67 penumpang, termasuk dua anak, dan empat awak kapal turun.

Juru bicara bandara Prem Naith Thakur mengatakan kepada The Kathmandu Post bahwa pesawat telah mendarat di landasan pacu sebelum kemudian jatuh ke lapangan sepak bola sekitar pukul 02.20 waktu setempat Senin.

Seorang saksi mengatakan kepada Times Nepal bahwa turboprop Bombardier Dash 8 datang untuk mendarat dari selatan saat membuat "tikungan kiri yang tak terduga".

Petugas paramedis setidaknya mengerahkan delapan ambulans di lokasi kejadian untuk membantu yang terluka. Sementara petugas pemadam kebakaran berjuang untuk beberapa waktu untuk memadamkan api.

Sebagai akibatnya, Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Oli yang mengunjungi lokasi kecelakaan mengatakan bahwa tragedi tersebut telah "mengejutkan" negara. Saat ini penyebab kecelakaan tersebut sedang diselidiki oleh pemerintah Nepal.

Sumber: mirror.co.uk
Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 22 September 2018 10:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...