Senin, 23 September 2019 14:54

​Cak Madi, Penarik Becak yang Seniman

Minggu, 04 Maret 2018 23:15 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Cak Madi, Penarik Becak yang Seniman
Cak Madi, saat tampil membacakan puisi. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Madi seorang penarik becak menjadi pegiat seni dan sastra di Surabaya. Siapa sangka sosok tukang becak ini, juga dikenal sebagai penggiat sastra dan seni.

Cak Madi, begitu sapaan akrab, tinggal di Karang Tembok, Surabaya Utara. Penarik becak menjadi profesinya tidak menyurutkan hasrat dan keinginan untuk menulis dan berkesenian. Justru dari profesinya tumbuh ide-ide untuk berkarya.

Bapak dari 4 orang anak ini sukses membawa anak pertama hingga lulus D-1 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) fokus Desain di ITS Surabaya melalui pekerjaannya menjadi penarik becak.

Cak Madi menuturkan bahwa dirinya membecak sejak tahun 2004 yang sebelumnya berprofesi sebagai juru foto keliling yang masih menggunakan kamera film, saat itu. Sejak beredar handphone yang berfitur kamera, jasanya sebagai juru foto keliling mulai surut pelanggan.

"Suatu saat saya berbincang dengan seorang teman yang mengatakan, Nek awakmu rai gedhek gowoen motor tank (becak) iku!," terang Madi kepada Bangsaonline.com. 

Kemudian, dengan sederhana istrinya menjawab keinginan Madi untuk mencari nafkah dengan mbecak, "Selama itu halal silakan, mas!" jawab istrinya kepada Madi. Madi sangat bersyukur saat bercerita kepada Bangsaonline.com.

Madi semenjak muda suka menulis puisi bahkan sampai terkumpul menjadi satu buku. Menurutnya, gagasan-gagasan itu banyak muncul ketika mbecak, baik saat menunggu penumpang bahkan saat mengantarkan penumpang. Gagasan itu semakin banyak juga karena buku puisi yang ditaruh di atas lemari basah dan tidak bisa dibaca saat kejatuhan air bocoran genteng saat hujan.

Bahkan, Madi mengibaratkan bahwa menulis itu layaknya rasa lapar yang harus segera dituntaskan. Madi mengakui bahwa kegemarannya menulis tidak langsung disambut baik oleh keluarga terutama istri. "Membaca, menulis, menggambar, lihat ke belakang pancinya akan rusak" kata istri Madi.

Hal tersebut tetap tidak menyurutkan semangatnya. Bagi dirinya, hal tersebut harus ditanggapi sebagaimana pepatah 'tak kenal maka tak sayang'. Maka Madi dengan rajin mengenalkan puisi-puisi karyanya kepada istri yang lama-lama istrinya mulai memakluminya.

Di samping menulis puisi pada umumnya, Madi juga menulis geguritan, puisi bahasa jawa dengan subdialek Suroboyoan dan pernah dimuat majalah Joyoboyo.

Sedangkan tulisannya yang lain berupa opini tentang perbecakan pernah dimuat oleh Kompas biro Jawa Timur. Kumpulan opininya kini telah dibukukan pada tahun 2012 dengan judul "Pledoi Becakan".

Pada tahun 2017, kali pertama Madi menggalakkan literasi dengan membaca puisi di atas becak yang dituliskannya "Ayo Membaca" saat Car Free Day Darmo. "Ketika saya membaca puisi, saya tidak tahu kenapa banyak orang memberikan saya uang" terang Madi kepada Bangsonline.com. 

Dengan begitu Madi berinisiatif untuk meneruskan hal demikian dan mengumpulkan uang hasilnya membaca puisi untuk membeli buku. Pada tanggal 21 Maret 2017, buku-buku yang dibelinya didonasikan kepada rekan-rekan becakannya di Jembatan Merah. Sampai saat ini Madi dapat dijumpai ketika Car Free Day Darmo, di sana dia tidak lagi membacakan puisi tapi mematung dengan merias diri seperti aktor pantomim dan mengenakan kostum yang unik.

Beberapa waktu lalu, bersama seniman se-Surabaya Madi menyelenggarakan acara sastra untuk membangkitkan lagi animo dan geliat sastra Surabaya di bawah Bengkel Sastra, salah satu devisi dari komunitas Bengkel Muda Surabaya. (*)

bergaya pantomim saat car free day di Raya Darmo. foto: istimewa

Sumber: *M. Ainur Roofiqi
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Senin, 23 September 2019 13:14 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. Inna ‘ibaadii laysa laka ‘alayhim sulthaanun wakafaa birabbika wakiilaan“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...