Minggu, 19 Agustus 2018 12:32

​Polres Jombang Selidiki Dugaan Oknum Guru yang Cabuli 25 Siswinya

Selasa, 13 Februari 2018 01:05 WIB
Wartawan: Rony Suhartomo
​Polres Jombang Selidiki Dugaan Oknum Guru yang Cabuli 25 Siswinya
Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto menyebutkan pihaknya akan mengambil alih kasus dugaan pencabulan yang menimpa 25 murid SMPN 6 Jombang, Jawa Timur. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto menyebutkan pihaknya akan mengambil alih kasus dugaan pencabulan yang menimpa 25 murid SMPN 6 Jombang, Jawa Timur. Petugas meminta para korban dan orang tua siswa agar kooperatif selama proses penyelidikan berjalan.

Sejumlah orang tua siswa yang mendatangai SMPN 6 Jombang di Desa Dapurkejambon, Jombang kota mendapat respons dari Polres Jombang. Tak hanya menerjunkan personilnya, Kapolres AKBP Agung Marlianto juga datang ke sekolah tersebut.

"Kami datang ke sini untuk menyampaikan, berdasarkan kesaksian maupun laporan yang diterima Kepala Sekolah (SMPN 6 Jombang), ini merupakan kasus pelecehan seksual. Untuk lebih jelasnya lagi perlu penyelidikan mendalam," kata Agung kepada wartawan di SMPN 6 Jombang, Senin (12/2).

Oleh sebab itu, Agung mengimbau para orang tua siswa yang anaknya menjadi korban, untuk menyerahkan penyelidikan kasus ini ke Polres Jombang. Pihaknya juga meminta, baik korban maupun orang tua siswa untuk kooperatif selama proses penyelidikan berjalan.

"Kami dapat laporan awal 25 korbannya, kasus ini bukan delik aduan. Kami meminta kooperatif kepada wali murid dan adik-adik yang merasa menjadi korban untuk melaksanakan visum dan kami ambil keterangan, agar kami bisa menggali peran dari pelaku untuk mepertanggung jawabkan perbuatannya," tandasnya.

Oknum guru SMPN 6 Jombang berinisial ME, diduga mencabuli 25 siswanya. Perbuatan cabul itu diduga terjadi sejak Juli 2017. Terakhir kali, guru Bahasa Indonesia ini menggunakan modus rukyah untuk mencabuli puluhan korbannya.

Laporan awal yang diterima pihak kepala sekolah pada tanggal 7 Februari 2018 kemarin adalah pelecehan seksual. Namun, Agung menyebutkan kasus ini masih perlu penyidikan lebih dalam lagi.

“Perlu kita jaga yaitu jangan sampai adik-adik kita ini mengalami traumatis. Karena mereka generasi muda penerus bangsa kita. Jangan sampai dikotori oleh oknum tidak bertanggung jawab,” pungkas Agung. (ony/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...