Rabu, 22 Agustus 2018 14:01

​Serum Anti Difteri Kosong, RSUD Madiun Maksimalkan Perawatannya

Kamis, 01 Februari 2018 18:00 WIB
Wartawan: Hendro Utomo
​Serum Anti Difteri Kosong, RSUD Madiun Maksimalkan Perawatannya
Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit dr Soedono Madiun menerima rujukan tiga pasien penderita difteri rujukan dari Rumah Sakir Sogaten Madiun. Tiga Pasien tersebut masih satu keluarga berinisial SS (36), ER (14), dan MU (12). SS merupakan ibu kandung dari ER dan MU. Ketiganya kini menjalani perawatan intensif di ruang isolasi.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan, kasus difteri tiga minggu yang lalu atau awal Januari 2018 sudah muncul dengan pasien suspect difteri sebanyak lima orang. Tetapi kelima pasien itu dinyatakan negatif difteri dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kemudian tanggal 26 Januari kita terima pasien satu keluarga rujukan dari RS Sogaten, di mana ibu dan 2 anaknya semua positif difteri,” jelas Bangun, Kamis (1/2)

Dia menambahkan, ketiga pasien positif difteri tersebut sudah tujuh hari menjalani perawatan di RSUD dr Soedono Madiun. Saat ini yang dibutuhkan petugas medis adalah antitoksin difteri atau anti-difteri serum (ADS). Sayangnya ADS di semua Kota Kabupaten tidak ada sehingga dari tiga pasien tersebut, baru satu pasien yang mendapatkan ADS.

"Untuk perawatan difteri yang kita butuhkan dua antibiotik dan ADS, tapi untuk kondisi pasien kita secara klinis baik sehingga ADS tidak diperlukan, tetapi kalau jelek ADS diperlukan. Untuk serum ADS hingga saat ini di wilayah jatim Kosong," tambah Dia.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr Soedono Madiun dr Vindrya Rahatjanti mengatakan jika kondisi ketiga pasien saat ini sudah membaik. Pasien MU dan ER tertular difteri dari sang ibu, sebab tidur dalam satu kamar.

"Pasien S sudah membaik dan tidak ada komplikasi baik ke jantung dan ginjal. tim medis juga sudah memberikan antibiotic, radang tenggorokan juga sudah mengecil," kata dr Vindrya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Soedono Kota Madiun dr. R. Sjaiful Anwar, mengatakan kasus ini awalnya dari Puskesmas Manguharjo dan kemudian dirujuk ke RSUD Kota Madiun hingga akhirnya dirawat di RSUD dr. Soedono. Ketiga pasien tersebut kondisinya sudah membaik. (hen/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...