Minggu, 18 Februari 2018 15:23

​Serum Anti Difteri Kosong, RSUD Madiun Maksimalkan Perawatannya

Kamis, 01 Februari 2018 18:00 WIB
Wartawan: Hendro Utomo
​Serum Anti Difteri Kosong, RSUD Madiun Maksimalkan Perawatannya
Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit dr Soedono Madiun menerima rujukan tiga pasien penderita difteri rujukan dari Rumah Sakir Sogaten Madiun. Tiga Pasien tersebut masih satu keluarga berinisial SS (36), ER (14), dan MU (12). SS merupakan ibu kandung dari ER dan MU. Ketiganya kini menjalani perawatan intensif di ruang isolasi.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka menjelaskan, kasus difteri tiga minggu yang lalu atau awal Januari 2018 sudah muncul dengan pasien suspect difteri sebanyak lima orang. Tetapi kelima pasien itu dinyatakan negatif difteri dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kemudian tanggal 26 Januari kita terima pasien satu keluarga rujukan dari RS Sogaten, di mana ibu dan 2 anaknya semua positif difteri,” jelas Bangun, Kamis (1/2)

Dia menambahkan, ketiga pasien positif difteri tersebut sudah tujuh hari menjalani perawatan di RSUD dr Soedono Madiun. Saat ini yang dibutuhkan petugas medis adalah antitoksin difteri atau anti-difteri serum (ADS). Sayangnya ADS di semua Kota Kabupaten tidak ada sehingga dari tiga pasien tersebut, baru satu pasien yang mendapatkan ADS.

"Untuk perawatan difteri yang kita butuhkan dua antibiotik dan ADS, tapi untuk kondisi pasien kita secara klinis baik sehingga ADS tidak diperlukan, tetapi kalau jelek ADS diperlukan. Untuk serum ADS hingga saat ini di wilayah jatim Kosong," tambah Dia.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr Soedono Madiun dr Vindrya Rahatjanti mengatakan jika kondisi ketiga pasien saat ini sudah membaik. Pasien MU dan ER tertular difteri dari sang ibu, sebab tidur dalam satu kamar.

"Pasien S sudah membaik dan tidak ada komplikasi baik ke jantung dan ginjal. tim medis juga sudah memberikan antibiotic, radang tenggorokan juga sudah mengecil," kata dr Vindrya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Soedono Kota Madiun dr. R. Sjaiful Anwar, mengatakan kasus ini awalnya dari Puskesmas Manguharjo dan kemudian dirujuk ke RSUD Kota Madiun hingga akhirnya dirawat di RSUD dr. Soedono. Ketiga pasien tersebut kondisinya sudah membaik. (hen/ian)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 14 Februari 2018 15:29 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILGUB Jatim “airnya kini berombak” sepertahutan kabar yang beredar: PWNU dinilai akrobat dengan tidak “menerima permohonan silaturahmi” Khofifah Indar Parawansa. Sikap telah diambil dan pilihan sudah ditentukan Ketua PWN...
Sabtu, 17 Februari 2018 22:42 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Baik ayat ya...
Sabtu, 17 Februari 2018 11:26 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 16 Februari 2018 22:50 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com – Setelah Stormy Daniels membuka sejarah selingkuhannya dengan Presiden Donlad Trump, kini giliran model Play Boy Karen McDougal membuka kasus serupa.Dia mengaku berselingkuh dengan Trump selama 9 bulan. Hal ini diungkapk...