"Kami mengundang Forkopimda, Kepala SKPD Pemkab Sidoarjo, para Camat, Kepala Desa di Sidoarjo, organisasi masyarakat, Pelaku usaha dan Seluruh Kepala Sekolah, Guru, Mahasiswa serta Pelajar," paparnya
Sementara itu, salah satu pembicara yakni Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Budi Handaka SH MH mengaku antusias dengan kegiatan seminar yang digagas Pokja Wajah Sidoarjo ini. Sebab sangat penting mengenalkan sejak dini anti korupsi.
"Penanganan kasus korupsi itu bisa dikatakan berhasil jika Pengadilan Tipikor sepi sidang, berarti tidak ada tindak pidana korupsi. Untuk itu memang sangat penting pendidikan anti korupsi dikenalkan sejak dini ke kalangan masyarakat agar mereka paham jika korupsi itu merugikan negara dan pasti ditindak tegas," kata Budi
Pria yang pernah menjabat Aspidum Kejati NTT tersebut berharap lewat seminar anti korupsi yang akan di gelar pada 19 Januari itu akan menjadi pintu masuk dalam memberi pemahaman kepada seluruh pejabat di Kabupaten Sidoarjo tentang pencegahan tindak pidana korupsi.
"Saya sejak pertama menjabat Kajari Sidoarjo hanya ingin kerja yang baik melayani masyarakat. Penegakan hukum sebisa mungkin dilakukan secara preventif. Pencegahan tindak pidana korupsi itu lebih penting, makanya kami (Kejari) terus menyosialisasikan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)," harapnya.
Hal senada juga diungkapkan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, lewat MoU Polresta dan Pemkab Sidoarjo terkait pengawasan Dana Desa pihaknya ingin tidak adalagi perangkat desa yang terjerat masalah hukum penyalagunaan dana desa.
"Anggota Babinkamtibmas di setiap Polsek akan ikut memantau, mengawasi pemakaian dana desa agar tidak ada penyalagunaanya yang pasti nantinya akan berjung pada tindak pidana korupsi perangkat desa. Saya berharap semua Kepala SKPD Pemkab Sidoarjo, Kepala Desa se Sidoarjo ikut dalam kegiatan seminar anti korupsi pada 19 Januari 2018 besok tersebut," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




