Kamis, 17 Oktober 2019 16:07

​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri

Senin, 11 Desember 2017 13:48 WIB
Wartawan: Akina Nur Alana
​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri
Krisna Yekti, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan jumlah kasus difteri tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, hingga minggu kedua di bulan Desember ini pihaknya mencatat ada 11 kasus difteri. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 57 kasus.

Krisna mengaku, 11 kasus di tahun 2017 itu beberapa menyerang orang dewasa, sementara sisanya adalah anak-anak. Mereka yang terserang difteri langsung mendapatkan perawatan intensif, untuk menyembuhkannya. 

"Jumlahnya sudah turun banyak jika dibandingkan 2016. Meski sekarang masih ada kasusnya, karena tidak mungkin menekan hingga nol kasus," papar Krisna Yekti, saat ditemui di kantornya, Senin (11/12).

Krisna mengatakan, temuan kasus yang cukup tinggi pada 2016 memang menjadi evaluasi tersendiri bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Terlebih, pada 2016 ada dua pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Dinkes Kabupaten Blitar lalu terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit yang menyerang pernafasan tersebut.

Salah satunya yakni, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Blitar gencar melakukan Outbreak Renponse Imunisasion (ORI). Sedangkan tahun ini, lanjutnya, Dinkes mengoptimalkan imunisasi rutin
serta bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di sekolah-sekolah.

"Upaya pencegahan terus kami lakukan mulai dari imunisasi, hingga sosialisasi ke masyarakat terkait difteri. Termasuk penularan penyakit itu yang sangat mudah, yaitu lewat udara atau percikan air ludah," paparnya.

DIketahui, difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menular dan termasuk infeksi serius dengan potensi mengancam jiwa jika lamban ditangani. (blt1/tri/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...