Selasa, 16 Juli 2019 16:10

​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri

Senin, 11 Desember 2017 13:48 WIB
Wartawan: Akina Nur Alana
​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri
Krisna Yekti, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan jumlah kasus difteri tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, hingga minggu kedua di bulan Desember ini pihaknya mencatat ada 11 kasus difteri. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 57 kasus.

Krisna mengaku, 11 kasus di tahun 2017 itu beberapa menyerang orang dewasa, sementara sisanya adalah anak-anak. Mereka yang terserang difteri langsung mendapatkan perawatan intensif, untuk menyembuhkannya. 

"Jumlahnya sudah turun banyak jika dibandingkan 2016. Meski sekarang masih ada kasusnya, karena tidak mungkin menekan hingga nol kasus," papar Krisna Yekti, saat ditemui di kantornya, Senin (11/12).

Krisna mengatakan, temuan kasus yang cukup tinggi pada 2016 memang menjadi evaluasi tersendiri bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Terlebih, pada 2016 ada dua pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Dinkes Kabupaten Blitar lalu terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit yang menyerang pernafasan tersebut.

Salah satunya yakni, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Blitar gencar melakukan Outbreak Renponse Imunisasion (ORI). Sedangkan tahun ini, lanjutnya, Dinkes mengoptimalkan imunisasi rutin
serta bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di sekolah-sekolah.

"Upaya pencegahan terus kami lakukan mulai dari imunisasi, hingga sosialisasi ke masyarakat terkait difteri. Termasuk penularan penyakit itu yang sangat mudah, yaitu lewat udara atau percikan air ludah," paparnya.

DIketahui, difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menular dan termasuk infeksi serius dengan potensi mengancam jiwa jika lamban ditangani. (blt1/tri/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...