Sabtu, 21 Juli 2018 11:15

​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri

Senin, 11 Desember 2017 13:48 WIB
Wartawan: Akina Nur Alana
​Meski Turun Drastis, Dinkes Blitar Tetap Upayakan Langkah Pencegahan Difteri
Krisna Yekti, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan jumlah kasus difteri tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, hingga minggu kedua di bulan Desember ini pihaknya mencatat ada 11 kasus difteri. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 57 kasus.

Krisna mengaku, 11 kasus di tahun 2017 itu beberapa menyerang orang dewasa, sementara sisanya adalah anak-anak. Mereka yang terserang difteri langsung mendapatkan perawatan intensif, untuk menyembuhkannya. 

"Jumlahnya sudah turun banyak jika dibandingkan 2016. Meski sekarang masih ada kasusnya, karena tidak mungkin menekan hingga nol kasus," papar Krisna Yekti, saat ditemui di kantornya, Senin (11/12).

Krisna mengatakan, temuan kasus yang cukup tinggi pada 2016 memang menjadi evaluasi tersendiri bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Terlebih, pada 2016 ada dua pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Dinkes Kabupaten Blitar lalu terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit yang menyerang pernafasan tersebut.

Salah satunya yakni, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Blitar gencar melakukan Outbreak Renponse Imunisasion (ORI). Sedangkan tahun ini, lanjutnya, Dinkes mengoptimalkan imunisasi rutin
serta bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di sekolah-sekolah.

"Upaya pencegahan terus kami lakukan mulai dari imunisasi, hingga sosialisasi ke masyarakat terkait difteri. Termasuk penularan penyakit itu yang sangat mudah, yaitu lewat udara atau percikan air ludah," paparnya.

DIketahui, difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini menular dan termasuk infeksi serius dengan potensi mengancam jiwa jika lamban ditangani. (blt1/tri/ian)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Sabtu, 21 Juli 2018 10:50 WIB
Assalamualaikum ustaz. Saya mau tanya, saya sudah dilamar bulan Februari lalu. Tapi, sampai bulan Juli ini sya belum dinikahkan juga dengan pria yang melamar saya tersebut. Padahal saya sangat ingin dinikahkan sesegera mungkin setelah khitbah. Pih...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...