Rabu, 23 Mei 2018 10:04

​Netizen Nilai Suster di RSUD Trenggalek Dominan Judes

Kamis, 07 Desember 2017 15:56 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
​Netizen Nilai Suster di RSUD Trenggalek Dominan Judes
Salah satu sudut ruang RSUD Trenggalek. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sebagian masyarakat Trenggalek ternyata juga mempunyai pengalaman kurang mengenakkan atas sikap suster atau perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Trenggalek. Kebanyakan mereka menilai bahwa sifat suster atau perawat di RSUD Trengglek judes.

Hal ini tercermin dari komentar netizen saat menanggapi berita BANGSAONLINE.com yang berjudul 'Diremehkan Suster RSUD Trenggalek, Orang Tua Calon Pasien Jantung Berang' di grup Info Seputar Trenggalek (IST).

Komentar tersebut disampaikan oleh netizen berdasarkan berbagai pengalaman yang pernah dialami pasien maupun keluarga pasien selama melakukan pengobatan di rumah sakit plat merah itu. Seperti yang disampaikan oleh salah satu netizen dengan menggunakan nama Joko Amongmitro. Berikut tulisannya: 

"Koq mesti JUDES ya, apa tidak rubah petugas RSUD yang ramah yang santun. Saya juga pernah merasakan ketika anak saya sakit. Kejadian sudah lama. Pak bupati tolong di ajari sopan santun, kalau perlu didatangkan kiai, untuk pencerahan hatinya".

Begitu pula disampaikan oleh netizen yang menggunakan nama Arini Kisya di kolom komentar group IST, berikut tulisannya. "Yang di ruangan khusus ibu melahirkan, Masya Allah perawatnya super judes".

Senada dengan Arini Kisya, netizen yang menggunakan nama Erfi Ana di kolom komentar group IST juga menuliskan, "Enek sing sopan, enek sing judes banget. Jan sik iling banget lek nyambut disengap, mesem ra gelem, malah mbesengut".

Terkait hal ini, Humas RSUD Kabupaten Trenggalek Sujiono meminta kepada masyarakat yang mendapati suster judes serta pelayanannya kurang memuaskan saat melakukan perawatan, agar melapor pada pihak manajemen RSUD.

"Saya berharap jika ada suster yang judes, bisa langsung dilaporkan pada kami. Laporan tersebut pasti kita tindaklanjuti," janjinya ketika ditemui di gedung RSUD Trenggalek, Kamis (7/12).

Namun Sujiono mengingatkan agar laporan dari masyarakat tersebut hendaknya benar-benar valid dan didukung data yang akurat. "Ketika melaporkan hendaknya disertai tanggal dan jam berapa peristiwa itu terjadi. Serta yang lebih spesifik lagi, masyarakat diharapkan merekam dan mencatat nama suster yang judes," imbaunya.

Ketika ditanya terkait banyaknya perawat atau suster di RSUD Trenggalek yang ditengarai judes, Sujiono enggan menjawab. Ia hanya menerangkan bahwa pihak manajemen tiap tahunnya telah menggelar uji kredensial atau uji kompetensi untuk para perawat.

"Dalam uji kompetensi tersebut telah kita ajarkan bagaimana cara memberikan infus pada pasien, bagaimana cara melakukan suntik, serta bagaimana cara berkomunikasi. Ini semua tiap tahun kita gelar," terangnya. (man/ian)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...