Rabu, 22 Agustus 2018 14:04

​HDI Yogyakarta 2017: Menuju Masyarakat Inklusif, Tangguh, dan Berkelanjutan

Minggu, 03 Desember 2017 18:55 WIB
Wartawan: Yudi Arianto
​HDI Yogyakarta 2017: Menuju Masyarakat Inklusif, Tangguh, dan Berkelanjutan
Mensos Khofifah Indar Parawansa saat menyapa para penyandang disabilitas. Foto: YUDI ARIANTO/BANGSAONLINE

YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2017 yang digelar di Lapangan Siwa komplek Candi Prambanan Jl Jogja-Solo Km 16 Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendapat apresiasi tersendiri bagi Menteri Sosial.

Pasalnya, berbagai kegiatan yang sudah dilakukan oleh para disabilitas DIY itu tercermin saat mereka mementaskannya di panggung HDI tersebut. Mulai dari pentas seni pertunjukan wayang orang hingga tim tanggap bencana Difagana.

"Menurut saya banyak hal sangat out of the box yang sudah dilakukan Pemprov DIY. Difagana, Difabel Siaga Bencana baru satu-satunya provinsi di Indonesia yang sudah punya tim untuk melakukan antisipasi dari berbagai resiko bencana. Mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh provinsi-provinsi yang lain di Indonesia," tutur Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutannya, Sabtu (2/12) sore.

Baginya, yang seringkali mengikuti berbagai pertemuan penyandang disabilitas dengan berbagai persembahan pentas seni, acara tersebut menampilkan satu performa yang luar biasa. Karena seniman-seniman Jogja berikut seniman disabilitasnya bisa memberikan sentuhan yang luar biasa.

"Senimannya bisa membantu proses latihan kolaborasi yang sangat spektakuler sehingga berkesenian di atas panggung juga bisa diberikan langsung dengan bahasa isyarat," pujinya.

Dengan tema HDI 2017 yakni 'Menuju Masyarakat Inklusif, Tangguh dan Berkelanjutan', Khofifah mengingatkan dengan adanya cuaca ekstrim menurut BMKG yang masuk pada bulan Desember 2017 dan Januari 2018, bukan hanya Difagana yang harus dijadikan referensi oleh provinsi-provinsi yang lain. Tetapi seluruh masyarakat ketika di daerahnya resiko bencananya tinggi juga butuh ketangguhan.

"Bagaimana kita bisa bersahabat dengan perubahan iklim di alam dimana kita berada," tandasnya.

Yang terpenting menurut Khofifah adalah bagaimana kelanjutan dari seluruh proses yang sudah dilakukan hari ini (perayaan HDI, red). Khofifah berharap semoga apa yang sudah dilakukan itu bisa menjadi referensi strategis bagi seluruh pemerintah provinsi kabupaten/kota untuk bisa menyiapkan format pemenuhan hak ruang bergerak. "Dan masyarakat yang membangun komitmennya untuk bisa memberikan kesetaraan perhatian bagi penyandang disabilitas di Indonesia," ujarnya. (ian/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...