Minggu, 19 Agustus 2018 10:51

​Kena Tilang, Remaja di Pasuruan Malah Dihadiahi SIM Gratis

Kamis, 16 November 2017 20:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
​Kena Tilang, Remaja di Pasuruan Malah Dihadiahi SIM Gratis
'Polisi' saat menunjukkan SIM barunya. Foto: IST

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Memiliki nama unik ternyata membawa berkah tersediri bagi para pemiliknya. Tidak terkecuali yang dialami oleh salah satu warga Pengarengan, RT/RW 004/003 Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ini. Awalnya kena tilang karena tidak memiliki SIM, ia malah dihadiahi Polisi dengan SIM gratis.

Bagaimana ceritanya? Berawal dari operasi ketertiban lalu lintas yang digelar Polres Bangil, pada tanggal 6 November 2017 lalu. Saat itu remaja tersebut usai pulang kerja sebagai kuli bangunan dengan mengendarai sepeda motor Vega-R 125 CC. Dia melaju dari arah barat jalur Surabaya-Probolinggo. Setibanya di depan Kantor Samsat Bangil ada operasi zebra, dia pun dicegat oleh Polisi untuk di cek kelengkapan.

Saat diperiksa oleh anggota Satuan Polisi Lalu Lintas ternyata dia tidak mempunyai SIM. Akhirnya anggota Satlantas tersebut menyuruhnya untuk mengeluarkan STNK dan KTP. Setelah menunjukkan identitasnya, perhatian polisi tertuju pada nama yang tertera di KTP remaja tersebut. Di KTP itu tertulis dengan jelas sebuah nama 'POLISI'. Karena tertarik dengan nama pelanggar tersebut petugas lalu membawa remaja tersebut ke Mapolres Bangil.

Sesampai di Mapolres, Kasat Lantas Erika P Putra langsung mengusulkan kepada anggotanya supaya remaja tersebut diberikan SIM Gratis. "Meskipun dia dapat simbolis SIM gratis, tetap harus dites," ujarnya kepada BANGSAONLINE, Kamis (16/11).

Erika menjelaskan kenapa dirinya memberikan SIM gratis tersebut kepada 'Polisi'. "Karena nama Polisi sendiri itu adalah nama almamater Kepolisian. Jika 'Polisi' tersebut melanggar maka nama Polisi juga yang menjadi korban," sindirnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait namanya, 'Polisi' menjelaskan bahwa orangtuanya itu sudah lima kali merubah namanya dikarenakan saat masa kecilnya sering sakit-sakitan. "Sebenarnya nama awal saya adalah Musyafak. Kemudia dirubah lagi Ilyas dan terakhir Polisi," kenang remaja kelahiran 21 tahun lalu itu.

Disamping itu, 'Polisi' juga mengaku ibunya memiliki kekaguman tersendiri terhadap seorang Polisi, harapannya supaya kelak anaknya akan menjadi Polisi.

Perlu diketahui, nama 'Polisi' sekarang menjadi perbincangan serta viral karena keunikannya tersebut. Sampai-sampai, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Pasuruan AKBP Reydian Kokrosono berencana akan silaturrahim ke rumah 'Polisi'. (afa/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...