Kerja berat di bendungan Sengguruh ini begitu penting karena Sengguruh adalah bendungan sebagai penahan sedimen yang masuk ke waduk Sutami, sehingga dapat memperpanjang umur ekonomis waduk Sutami. Bukan itu saja, di bendungan Sengguruh ada pembangkit listrik tenaga air dengan daya terpasang 2 x 14,5 mW dan produksi listrik tahunan sebesar 91,02 x 106 kWh. Bisa dibayangkan, jika sedimen semakin tinggi, produksi listrik juga akan terganggu. Berapa ribu rumah yang tidak teraliri listrik? Berepa ratus perusahaan yang terganggu karenanya? Dan masih banyak persoalan lain yang timbul karena kurangnya pasukan listrikdari PLN.
PJT I mempunyai tanggungjawab besar dalam penyediaan air yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak. Inni mengakui masalah sedimentasi, sampah dan limbah industri selalu berulang setiap tahunnya. Yang paling sulit adalah limbah industri karena langsung larut bersama air yang mengakibatkan pencemaran.
Padahal, PJT I juga harus menyediakan air untuk kebutuhan irigiasi pertanian maupun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk kepentingan air minum yang harus memiliki kualitas bagus. Untuk memantau kualitas air, Perum Jasa Tirta (PJT) I memiliki laboratorium untuk memantau kondisi air hulu, tengah dan hilir.
“Dari laboratorium, kita memantau kualitas air sungai yang diambil dari 7 stasiun Water Quality Monitoring System (WQMS), pemantauan rutin di badan dan anak sungai sebanyak 60 lokasi. Selain itu juga dipantau kualitas air limbah industri di 57 lokasi serta memantau kualitas air limbah domestik dan Rumah Sakit (RS) di 11 titik,” terang Inni.




