Anggota DPRD dari fraksi Golkar, Sujono Teguh Wijaya saat mengambil formulir di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Kediri.
“Berkas pendaftaran setiap pendaftar kita verifikasi dulu, lalu kita kirimkan ke DPD PDIP Jawa Timur. Sementara pemberian rekomendasi, kita serahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP Pusat,” jelas Gus Sunoto.
PDIP Kota Kediri, imbuh Agus Sunoto, memberikan apresiasi kepada Sujono yang telah mendaftar. Terlebih pendaftaran tersebut adalah keputusan dari Partai Golkar. Hal tersebut diharapkan menjadi gerbang menuju jalan koalisi kedua partai ini dalam agenda politik Pilwali Kediri 2O18 mendatang.
Ditanya apakah kedua bakal calon yang sudah mendaftar ke PDIP yaitu, Samsul Ashar dan Sujono Teguh Wijaya nantinya bisa berpasangan? Gus Sunoto menjawab memungkinkan. "Mungkin saja demikian. Bisa iya, juga bisa tidak. PDI Perjuangan memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan calonnya," jelasnya.
Untuk diketahui, PDIP memang telah melakukan komunikasi politik terhadap Partai Golkar, PKB dan Partai Nasdem di awal sebelum membuka pendaftaran. Sehingga, peluang koalisi di antara PDIP dan Partai Golkar ini terbuka lebar. Jika kedua partai ini sudah bersatu, tentunya mampu mengusung calon dengan total kursi 10. Sedangkan syarat pencalonan dari jalur partai oleh KPU hanya 6 kursi.
Tetapi, antara kedua bakal calon ini, baik Samsul Ashar maupun Sujono Teguh Wijaya tampaknya belum ada yang menghendaki sebagai bakal calon wakil wali kota. Keduanya sama-sama ngotot ingin menjadi calon AG1. Itu artinya, keduanya harus berebut mendapatkan rekomendasi PDIP sebagai tiket awal menaju pencalonan. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




