Perwakilan warga Makarya Binangun saat wadul ke Komisi D DPRD Jatim, Senin (30/1).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Warga Perumahan Makarya Binangun RT 16/RW 04 Kelurahan Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mendatangi Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (30/1) siang. Tidak kurang dari 17 Kepala Keluarga (KK) ini, resah karena lingkungan mereka dilewati sutet (saluran udara tegangan tinggi) milik PLN.
Ketua RT 16, Kuswanto, mengatakan, warga yang dipimpinnya mulai tidak nyaman. Kondisi ini terjadi, setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) memasang jalur tegangan tinggi 150 KVA.
BACA JUGA:
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Mentan Nyatakan Jawa Timur Swasembada Pangan, DPRD Jatim Apresiasi Pemprov
“Sebenarnya pertemuan dengan PLN sudah beberapa kali, tetapi hingga kini belum ada kesepakatan. Warga sekitar lokasi takut kalau pada saat musim penghujan membahayakan,” terang Kuswanto mengawali pengaduan di hadapan Komisi D DPRD Jatim.
Meski tiang listrik dan kabel tegangang tinggi sudah terpasang di atas rumah warga, namun PLN belum memfungsikan. “Kami masih melawan, sampai ada kepastian,” tandas dia.
Sementara itu, Murjito sesepuh warga Makarya Binangun dan Ketua Paguyupan Warga Makarya (KPWM) menambahkan, selama pembangunan warga tidak pernah menghalangi. Namun sejumlah pertemuan yang digelar juga tidak membuahkan hasil. “Ini yang membuat kami, mengadukan ke DPRD Jatim,” terang Murjito.
Murjito melanjutkan, selama ini, PLN juga tidak pernah menyampaikan dampak tegangan tinggi pada warga. “Selalu ingkar janji, sampai saat ini tidak ada pengukuran ruang horizontal bebas dari PLN,” ujar dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




