Pengakuan Wartawati Korban Betrokan di Sari Rejo, Kemaluan Diancam Dimasuki Pentungan

Di sana, perut warga Sari Rejo ini disodok dengan pentungan. Saat itu, dia telah menunjukkan identitasnya namun tetap tak digubris. "Dada saya juga diremas-remas, handycam saya dirampas dan dibanting. Saya dimaki dengan kata-kata kotor. Lalu seorang anggota TNI AU mengancam akan memasukan pentungan ke dalam kemaluan saya," kata jurnalis matatelinga.com ini.

Tindak kekerasan yang dialami Delia ini disaksikan langsung oleh adiknya. Melihat sang kakak yang tak sadarkan diri, adiknya pun langsung membantunya. Delia kemudian dibawa orangtuanya ke RS Mitra Sejati untuk mendapat pertolongan. Akibat kejadian yang menimpanya, Delia mengalami trauma dan sempat dibawa ke luar kota. Dia pun akhirnya dibawa kembali ke Medan dan dirawat di praktik bidan di Jl Cinta Karya.

Keterangan Delia ini dicatat oleh anggota satgas Dewan Pers. Salah satu anggota satgas Kamsul Hasan mengatakan, berdasarkan keterangan yang didapat dari Delia, pihaknya menyimpulkan korban telah mendapat kekerasan fisik dan verbal sehingga menyebabkan trauma hingga saat ini. "Kalau benar dan nanti dapat dibuktikan, ini kejahatan yang luar biasa," kata Kamsul.

Kamsul mengatakan, kasus yang dialami sejumlah wartawan bukan cuma persoalan pelanggaran terhadap UU Pers. Tentara yang melecehkan Delia diduga juga melakukan pelanggaran pidana.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: