Berangkat Menggunakan KBIH Arofah, 12 CJH Pasuruan Ditahan di Filipina

Berangkat Menggunakan KBIH Arofah, 12 CJH Pasuruan Ditahan di Filipina Rumah Uswatun Hasanah warga Kabupaten Pasuruan yang tersandung kasus haji yang berangkat dari Filipina. foto: BANGSAONLINE

"Namun itu tak dilaluinya. Karena nenek sudah optimis untuk bisa berangkat apalagi sudah melaksanakan selamatan jauh sebelum pemberangkatan. Untuk persyaratan pemberangkatannya dikenai dana Rp 150 juta, dengan rincian seluruhnya ditangani pihak KBIH, " ucap Uswatun.

Hingga Selasa (23/8), pihak keluarga belum mengetahui keberadaan Nuriyah, yang tahu mereka bahwa masih ditahan di negara Filipina. Bahkan seluruh anak anaknya khawatir akan kondisi ibu kandung mereka. Tak hanya itu, rumah yang ditempati Nuriyah saat ini juga dalam kondisi sepi. Seluruh keluarga merasa tertekan dengan kabar yang saat ini menjadi pusat perhatian masyarakat luas, khususnya tetangga.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyampaikan jika pihaknya prihatin atas kejadian yang menimpa warga Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, Bupati juga menambahkan kalau dirinya sudah memerintahkan kepada para Kepala Desa (Kades) dan Camat se-Kabupaten Pasuruan, untuk segera bergerak cepat menindaklanjuti adanya kabar tersebut.

"Saat ini sedang saya koordinasikan untuk menelusuri warga Kabupaten Pasuruan yang ditahan di Filipina. Camat dan kades cepat dan sementara Camat Pandaan segera kroscek ke KBIH tersebut," terang Irsyad saat dihubungi melalui ponselnya.

Selain itu, Bupati juga menambahkan kalau dirinya sudah memerintahkan kepada para Kepala Desa (Kades) dan Camat se-Kabupaten Pasuruan, untuk segera bergerak cepat menindaklanjuti adanya kabar tersebut.

“Camat dan Kades bergerak cepat. Dan Camat Pandaan segera melakukan kroscek ke KBIH tersebut,” imbuhnya. (psr1/psr2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO