H. M. Khozin Ma'sum (tengah) bersama duta besar Mesir saat merancang pembangunan di wilayah Manyar. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
"Sehingga, para pengguna jalan yang mau ke arah barat bisa lewat jalan layang dengan dua arah, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan dari arah utara dan selatan di perempatan Tugu Manyar tersebut," jelas Khozin.
Kemudian, di kanan kiri jembatan tersebut tetap dibuatkan jalan untuk lalu lintas dari arah barat atau timur yang masuk ke arah perkampungan di perempat Tugu Manyar.
Kata Khozin, pembangunan jalan layang juga harus dilakukan oleh pemerintah di perempatan Desa Duduk Kecamatan Duduksampeyan. "Di sana kondisinya juga sama dengan kondisi di perempatan Tugu Manyar," jelas cucu KH Abdul Karim ini.
Jadi, tambah Khozin, kalau di sana juga dibuatkan jalan layang yang menghubungkan arah barat dan timur dengan sistem jalan dua arah, maka dipastikan bisa mengurangi kemacetan. Terlebih menghindari kecelakaan.
"Saya yakin semua masyarakat sudah lama menantikan action pemerintah tersebut. Saya kira pemerintah banyak anggaran untuk itu," terang Khozin.
Menurut Khozin, realisasi jalan layang tersebut tergantung keseriusan pemerintah daerah (Pemkab Gresik) untuk melobi pemerintah Provinsi Jatim dan Pusat. "Kalau pemerintah pusat diberikan pemaparan yang logis, pasti mau menggelontorkan dana untuk itu. Saya yakin di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) banyak anggaran untuk itu. Sekarang tergantung keseriusan pemerintah daerah untuk lobi," pungkas Khozin. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




